Cetak Inovator Desa Berkarakter, Pemprov Lampung Imbangi Kemampuan Iptek dengan Penguatan Imtaq

 


 BANDAR LAMPUNG — Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan paradigma baru dalam pembangunan daerah yang menempatkan manusia sebagai infrastruktur terpenting. Pemprov Lampung melakukan lompatan besar dalam mengokohkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dua program strategis di tingkat akar rumput: Satu Desa Satu Sarjana bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Satu Desa Satu Hafiz Qur’an.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen tegas Gubernur Mirza yang pada tahun 2025 lalu telah menghapus beban uang komite sekolah. Melalui langkah lanjutan ini, Pemprov Lampung hadir tidak hanya sekadar menggratiskan akses pendidikan dasar hingga menengah, tetapi juga menjamin kepastian masa depan pendidikan tinggi bagi anak-anak di pedesaan.

Strategi Rural Brain Gain dan Beasiswa STEM

Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemprov Lampung menyediakan alokasi beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, khususnya anak-anak petani dan keluarga kurang mampu, untuk menempuh studi di perguruan tinggi pada rumpun ilmu STEM. Program ini dirancang sebagai strategi rural brain gain untuk mencetak aktor intelektual lokal yang mampu menjadi penggerak inovasi di wilayahnya masing-masing.

"Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan. Kita ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan," tegas Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, pengembangan SDM berbasis teknologi, mesin, industri, pertanian modern, serta pendidikan vokasi sangat krusial untuk menjawab tantangan pembangunan Lampung ke depan.

Dukungan terhadap terobosan ini turut disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila), Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. Ia menilai program ini akan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung dalam jangka panjang.

"Pak Gubernur memiliki program satu desa satu sarjana yang merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang perlu didukung semua pihak. Jangka panjangnya, IPM kita akan bisa tumbuh merangkak naik persentasenya melalui penguatan sektor pendidikan," ujar Albet.

Penyelarasan Iptek dan Imtaq Lewat Program Hafiz Qur'an

Guna menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual, Pemprov Lampung menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung dengan meluncurkan Program Satu Desa Satu Hafiz Qur’an. Program ini memberikan beasiswa khusus bagi generasi muda desa untuk menjadi penghafal Al-Qur'an.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa pembangunan peradaban Lampung harus seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta keteguhan iman dan takwa (Imtaq).

"Di tangan para penghafal Al-Qur’an dan para sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya. Mereka akan kembali ke desanya untuk membawa keberkahan dan kemajuan," Pungkas Gubernur Mirza.

Langkah holistik ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif, sekaligus mencetak Generasi Emas yang siap membawa Provinsi Lampung menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

ADMIN

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
NUSA NEWS