Jihan Minta Potensi Zakat Lampung Dioptimalkan untuk Kesejahteraan

 


BANDAR LAMPUNG
– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengapresiasi pengabdian Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung yang telah memasuki usia 25 tahun. Ia mendorong lembaga tersebut memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi zakat, memberdayakan ekonomi umat, dan membantu penanggulangan kemiskinan.

Apresiasi itu disampaikan Jihan saat menghadiri Tasyakur 25 Tahun Yayasan LAZDAI Lampung bertema "Seperempat Abad, Menebar Manfaat" di Ballroom Fave Hotel Lampung, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Jihan, perjalanan selama seperempat abad menunjukkan komitmen LAZDAI Lampung dalam memberikan pelayanan dan manfaat kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar LAZDAI Lampung. Semoga keistiqamahan ini membawa semakin banyak manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Jihan menilai peran lembaga amil zakat tidak sebatas menyalurkan bantuan sementara atau insidental. Lebih dari itu, lembaga zakat diharapkan mampu menghadirkan program berkelanjutan yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi.

Ia mencontohkan berbagai kegiatan LAZDAI, mulai dari dukungan pendidikan, pembinaan keagamaan dan spiritual, pembangunan masjid dan musala, hingga program sosial lainnya.

“LAZDAI tidak hanya memberikan bantuan makanan atau kegiatan yang sifatnya insidental, tetapi juga berinvestasi pada masyarakat melalui pendidikan, keagamaan, membantu masjid dan musala, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya melepaskan masyarakat dari kesulitan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jihan juga menyoroti besarnya potensi zakat di Provinsi Lampung. Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Potensi zakat kita di Provinsi Lampung luar biasa. Kalau bisa kita optimalkan lebih besar lagi, tentu manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi keinginan LAZDAI dan sejumlah lembaga lainnya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan penghimpunan serta penyaluran zakat.

Jihan mengatakan akan menyampaikan peluang kerja sama tersebut kepada Gubernur Lampung agar dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

“Saya akan menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa ada teman-teman dari LAZDAI dan lembaga-lembaga lainnya yang ingin bersinergi dengan pemerintah untuk memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Lampung. Insyaallah akan segera ada langkah konkret untuk mengoptimalkan hal tersebut,” katanya.

Jihan berharap keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan penerima zakat atau mustahik. Ia berharap para mustahik kelak dapat mandiri dan menjadi muzakki atau pemberi zakat.

“Harapan saya, masyarakat yang hari ini menjadi mustahik dapat kita angkat bersama-sama agar ke depannya mampu menjadi muzakki,” ujarnya.

Memasuki usia ke-25, Pemprov Lampung juga menitipkan empat harapan kepada LAZDAI. Pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui perluasan program zakat produktif, disertai pendampingan bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.

Jihan menyebut desa memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Lampung, terutama melalui sektor pertanian yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Karena itu, penyaluran zakat diharapkan dapat ikut meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kita berharap zakat produktif dapat diperluas melalui pendampingan kepada petani dan UMKM di desa, sehingga masyarakat yang hari ini menerima zakat kelak mampu menjadi pemberi zakat,” katanya.

Kedua, membantu penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui sinergi dengan Dinas Sosial serta pemanfaatan data terpadu dari Kementerian Sosial agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Ketiga, mendukung sektor pendidikan dan melahirkan generasi Qurani. Jihan mengapresiasi program LAZDAI yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Keempat, menjaga amanah serta memperluas literasi zakat di tengah masyarakat. Ia meyakini LAZDAI dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan para muzakki dalam mengelola serta menyalurkan zakat.

“Saya yakin dengan kontribusi yang telah diberikan selama ini, LAZDAI Lampung dapat terus menjaga amanah masyarakat dan para muzakki menjadi lembaga penyaluran zakat yang terpercaya,” ujarnya.

Jihan juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat maupun wakaf melalui lembaga yang dipercaya agar pengelolaannya dapat memberikan manfaat lebih luas.

Sementara itu, Ketua Yayasan LAZDAI Lampung Agus Kurniawan mengatakan peringatan 25 tahun menjadi momentum bagi yayasan untuk meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat melalui program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

Agus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Agama, BAZNAS, para mitra strategis, serta seluruh donatur yang telah mendukung perjalanan LAZDAI.

Ia berharap momentum tasyakur tersebut dapat mempererat silaturahmi, menjadi sarana mengambil hikmah dan pembelajaran, serta membangkitkan semangat seluruh pihak untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan.

ADMIN

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
NUSA NEWS