Kawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Deni Ribowo: Ini Bukan Bisnis, Keselamatan Anak Adalah Hukum Tertinggi

   


BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Demokrat, Deni Ribowo, mengeluarkan pernyataan tegas terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Ruwa Jurai. Ia menekankan bahwa program ini merupakan misi kemanusiaan untuk mencetak generasi unggul, sehingga tidak boleh dipandang sebagai ajang mencari keuntungan finansial semata.

Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 1 juta anak sekolah dari total 2,7 juta penerima yang ditargetkan di Provinsi Lampung.

Kesetaraan Gizi dan Kualitas Tanpa Sekat

Deni Ribowo menjelaskan bahwa inti dari MBG adalah keadilan sosial. Program ini dirancang untuk menghapus kesenjangan gizi di lingkungan sekolah agar seluruh siswa mendapatkan asupan nutrisi yang setara.

“Anak pejabat, wartawan, hingga anak buruh semua harus mendapatkan kualitas gizi yang sama di sekolah. Ini bukan sekadar program pemerintah, ini soal memberikan asupan terbaik bagi manusia, bahkan bisa kita sebut sebagai amal jariah,” tegas Deni Ribowo di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Pengawasan Ketat: "Tutup SPPG yang Melanggar"

Menyikapi temuan pelanggaran di Lampung Utara pada awal pelaksanaan program, Deni meminta otoritas terkait untuk memperketat pengawasan. Ia mendesak keterlibatan aktif dari pihak sekolah dan puskesmas setempat dalam memantau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Deni menegaskan tidak ada toleransi bagi pengelola yang mengabaikan prosedur operasional standar (SOP) hingga membahayakan kesehatan siswa.

  • Sanksi Tegas: Unit SPPG yang terbukti melanggar petunjuk teknis harus segera ditutup dan diganti.

  • Prioritas Utama: Keselamatan anak adalah hukum tertinggi karena mereka merupakan penopang visi Indonesia Emas 2045.

Realisasi SPPG dan Pemberdayaan Bahan Baku Lokal

Berdasarkan data terkini, Lampung telah merealisasikan 712 unit SPPG dari target total 795 unit. Pemerintah terus mendorong agar seluruh kebutuhan bahan baku—seperti sayur, buah, beras, dan ikan—dipasok dari petani dan peternak lokal di sekitar lokasi SPPG.

Pemanfaatan bahan baku lokal ini diharapkan mampu menjaga kesegaran makanan sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di desa-desa di Provinsi Lampung. Deni berharap, dengan peningkatan layanan secara bertahap, seluruh anak di Lampung segera merasakan manfaat penuh dari program strategis nasional ini.

ADMIN

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
NUSA NEWS