Lampung, Suma TV - Tak terkendali nya penyebaran Covid-19 di Provinsi Lampung menuai penilaian dari Akademisi Universitas Lampung, Yusdianto. Keadaan tersebut dinilai sebagai bentuk kurang aktif nya penyikapan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dalam mengendalikan situasi.
"Bertambahnya daerah yang terpapar Covid-19 (zona merah) menandakan pemprov hanya duduk diam saja dalam menekan angka penularan Covid-19. Bukan sebatas memberi bantuan sembako. Namun kebijakan yang konkrit," kata Yusdianto, Selasa (3/8).
Maka dari itu, ia menambahkan perlunya kerja secara efektif dan efesien dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi untuk menangani masalah yang serius ini.
Menurutnya, pemerintah harus dapat mengambil langkah kongkrit dan cepat dalam menanggulangi wabah Covid-19.
"Saya prihatin dengan kondisi saat ini di Lampung, sungguh sangat mencengkam," tandasnya
Oleh karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung harus lebih serius dalam mengambil langkah, seperti mengoptimalkan ketersediaan obat-obatan, vitamin serta oksigen.
"Seharusnya, pemerintah hadir ketika rakyat butuh perhatian pemerintah," tandas nya.
"Pemerintah seharusnya ambil langkah kongkrit, dimana rakyat butuh hadirnya pemerintah, karena nyawa seorang itu sangat berharga, jangan sampai rakyatnya hanya menunggu terkonfirmasi positif korona dan meninggal akibat Covid-19," tambah nya.
Sebelumnya, sebanyak 13 dari 15 kabupaten/kota di Lampung berstatus zona merah (risiko tinggi) penyebaran COVID-19.
Hal itu berdasarkan data wilayah risiko penyebaran COVID-19 hasil penilaian Tim Gugus Tugas Pusat pada 25 Juli hingga 1 Agustus 2021.
