Ziarah ke Makam Para Masyayikh Thariqah Naqsabandiyah Ahmadiyah

  • Whatsapp

Oleh : Abdul Wafi

Tahun ini, Haul Masyayikh Thariqah Naqsabandiyah Ahmadiyah dilaksanakan pada malam senin tanggal 15 September 2019 di Pondok Pesantren Walisongo – Mimbaan – Panji Situbondo yang di asuh oleh KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin.

Baca Juga

Haul yang dihadiri beribu – ribu jamaah ini telah dilaksanakan semenjak kurang lebih dua tahun sebelum wafatnya Mursyid Thariqah Naqsabandiyah Ahmadiyah Hadratussyaikh KH. Achmad Syufyan Miftah pada tahun 2012 Di Makkah al Mukarramah.

Tradisi pelaksanaan Haul ini tetap dilanjutkan pada saat ini ketika Hadratussyaikh KH. Fadlurrahman Zaini menjadi Mursyid.

Sebagaimana tahun – tahun sebelumnya, setelah pelaksanaan Haul, dilaksanakan pula Ziarah ke Makam para Masyayikh yang berada di beberapa Kabupaten.

Dengan dipimpin langsung oleh Hadratussyaikh KH. Fadlurrahman Zaini, kali ini para peserta ziarah memulai perjalanan  dari Pondok Pesantren Sumber Bunga – Seletreng – Situbondo pada Jum’at 20 September, kurang lebih jam 09.30 WIB. Iring – iringan mobil yang berjumlah hampir 70 unit, terdiri dari mobil pribadi dan minibus nampak keluar beriringan dari gerbang pesantren.

Ketika masuk waktu Pelaksanaan Shalat Jum’at, seluruh peserta ziarah laki-laki melaksanakan shalat Jum’at di beberapa masjid di kawasan Paiton – Probolinggo.

Setelah usai Shalat Jum’at kita pun bersegera memasuki lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk berziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Zaini Mun’im. Pembacaan doa di lokasi Ziarah ini dipimpin oleh pengasuh pondok Pesantren Nurul Jadid al-Mukarrom KH. Zuhri Zaini, BA.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Hasan Genggong yang berada di lingkungan pondok pesantren Zainul Hasan – Genggong. Dari Genggong rombongan peziarah langsung menuju Bangkalan.

Di Bangkalan, para jamaah berziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Abdul Adhim al Mandury yang berada disatu pemakaman umum terletak kurang lebih seratus meter di sisi timur komplek makam Hadratussyaikh KH. Khalil – Bangkalan yang kami ziarahi terlebih dahulu.

Sebelum melanjutkan perjalanan ziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Abdul Hamid di Bangkes – Kadur – Pamekasan pada sabtu pagi, rombongan peziarah bermalam terlebih dahulu di Pondok Pesantren Darut Tauhid – Injelen – Panggung – Sampang.

Ketika para peziarah bersiap berangkat dari Bangkes – Pamekasan menuju Ambunten – Sumenep, salah satu mobil peserta yaitu milik Ustadz Abdul Mughni mengalami sedikit gangguan dan perlu masuk bengkel. Namun Alhamdulillah berkat bantuan sahabat-sahabat P4NJ (Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid) Pamekasan. Kendala tersebut cepat tertangani dan kemudian Ustadz Abdul Mughni bisa bergabung kembali dengan rombongan peziarah lainnya.

Setelah dari Bangkes – Pamekasan, Ziarah dilanjutkan ke makam Hadratussyaikh KH. Ali Wafa di Ambunten – Sumenep lalu ke Makam Hadratussyaikh KH. Hasan Jazuli di Tattango, tepatnya di Astah Tengkinah – Proppo – Pamekasan.

Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali untuk berziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Sabrawi di Prajjen – Camplong – Sampang.

Di setiap makam yang di ziarahi, aktifitas ziarah diawali dengan pembacaan fatihah tawassul yang di pimpin oleh KH. Fadlurrahman Zaini, dilanjutkan pembacaan tahlil dipimpin oleh KH. Syainuri Sufyan yang ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin kembali oleh KH. Fadlurrahman Zaini.

Setelah pembacaan doa, kemudian dilaksanakan pembacaan Syair ;

السلسلة الذهبية فى الطريقة النقسبندية

Yang dipandu oleh KH. Syainuri Sufyan.

Sekitar jam 20.00 WIB (Sabtu, malam minggu) para peserta ziarah selesai melaksanakan ziarah di Prajjen lalu bersegera berangkat menuju makam Kanjeng Sunan Ampel di Surabaya sebagai penghujung perjalanan ziarah kali ini sebelum pulang ke rumah masing – masing.

Pos terkait