Tasawuf Dapat Meningkatkan Akhlak Mulia

  • Whatsapp
Fitri Tanjung (Mahasiswi Universitas Negri Sumatra Utara)

Oleh: Fitri Tanjung
(Mahasiswi Universitas Negri Sumatra Utara)

Bagi orang yang belum mengenal apa itu tasawuf atau sufi? Nah tentu akan merasa asing di dengar untuk kedua kata ini, karena kebanyakan orang tidak tahu apa artinya yang sesungguh nya bahkan sampai untuk mempelajainya. Hal ini sama dengan awal kedatangan islam waktu masa dulu sebagaimana adanya sabda nabi Muhammad Saw “ Permulaan islam ini asing dan akan kembali asing pula, maka gembiralah orang- orang yang dianggap asing atau orang- orang asing (HR.Muslim).

Baca Juga

Ilmu kesufian atau ilmu tasawuf adalah ilmu yang didasari oleh Al- Qur’an dan hadist dengan tujuan utama nya amar makruf nahi munkar sejak jaman jaman sahabat Nabi saw tanda-tanda sufi dan ilmu tersebut belum muncul sebagaimana ilmu- ilmu lain seperti ilmu hadist, ilmu kalam, ilmu tafsir, ilmu fiqih dan lain sebagainya. Tasawuf ini berdiri sebagai ilmu yang berdiri sendiri yang bersifat kerohanian.

Kontribusi ilmu tasawuf ini banyak dibuku kan oleh kalangan orang- orang sufi sendiri seperti Hasan Al- Bashri, Abu Hasyim Shufi Al- Kuhfi dan lain nya, masih banyak yang membukukan nya sehingga kini masih berkembang. Dalam praktek relasasi nya ilmu sufi, khususnya tempo dulu mutasawif atau orang sufi memerlukan adaptasi yang amat sangat hal ini agar orang- orang yang belum masuk muslim dengan jalan tanpa kekerasan dan paksaan dengan kata lain berdakwah yang tidak keluar dari tujuan utama yang membuktikan nya.

Disisi lain orang- orang menjauhkan diri dari hal keduniaan nya yang dapat menutupi anatara hamba nya dengan Allah Swt dalam menjalan kan ibadah disinilah sufi mulai mengembangkan metode- metode bagaimana cara untuk membersihkan jiwa, pembinaan, lahir batin, berdzikir. Mendekatkan diri kepada Allah atau berma’rifat. Selain itu berintropeksi diri, siapa diri ini sebenar nya sesuai dengan hadist Nabi Saw,“ barang siapa yang mengenal diri nya, maka ia akan mengenal tuhan nya,

Jadi jelas disini bahwa tasawuf dan sufi adalah merupakan salah satu ilmu dalam agama islam yang sangat halus dan mendalam yang mampu menembus alam batin secara sulit sekali untuk diilmiahkan dan diterangkan secara konkret. Hal ini bukan bearti tidak dapat dibuktikan secara ilmiah namun seseorang yang memiliki kebersihan hati dan kecerdasan yang luar biasa yang mampu memecahkan sebab “islam adalah ilmiah dan amaliah” (HR Bukhari).

Karena sangkin halusnya ilmu ini, persoalan- persoalan di dalam nya bagi orang- orang awam dapat menimbulkan khilafiyah atau perbedaan dan pertentangan- pertentangan tapi inilah keindahan islam berlomba dengan kebaikan selama itu ajaran nya tidak menyimpang dari aturan islam. Ilmu tasawuf atau sufi adakalanya orang mencap atau menandai sebagai ilmu yang kolot, ketinggalan jaman, bahkan disebut aneh. Akan tetapi dibalik itu semua orang- orang tidak tahu bahwa ilmu tasawuf memiliki kekuatan yang sunguh luar biasa untuk lebih mengenai tuhan serta membangun mental dn akhlak yang mulia.

Yang perlu diperhatikan kenapa orang dapat menjadi sesat bahkan mudhrat dalam mempelajari dan mengamalkan ilmu tasawuf ini sehingga menjadi orang yang apatis atau mengasingkan diri dari pergaulan masyarakat dan keluarga, meninggalkan keduniaan yang padahal di dunia ini adalah sebagai ladang dalam berbuat amal dalam berbuat kebaikan untuk bekal dihari dikemudian. Hal demikian dapat terjadi kesesatan pada diri seseorang dengan mempelajari ilmu tasawuf tetapi tanpa didampingi dengan ilmu kalam dan fiqh.

Menurut imam malik, yang bahwasa nya “ (barang siapa mempelajari atau mengamalkan tasawuf tanpa fiqh tanpa tasawuf dia tersesat dan siapa yang mempelajari tasawuf dan fiqh dia meraih kebenaran)”. Dengan demikian bahwa ilmu tasawuf dan ilmu fiqh umpama nya dua jemari yang tak dapat dipisahkan karena kedua ilmu memiliki kaitan yang erat bahkan tidak dapat dipisahkan dalam apapun dan tidak hanya itu kedua nya tidak bisa diabaikan dimana kedua nya sangat penting yang memiliki perpaduan antara akal dan hati.

Jadi disini dengan adanya ilmu kalam atau ilmu tauhid bahwa Allah Swt itu ada dan mempercayainya sebagai tuhan yang wajib disembah, ilmu kalam ini adalah ilmu pokok kepercayaan dalam agama islam selain itu pulak untuk menghindari dari kemusyrikan serta memperkuat akan tauhidullah sebagai esensi akidah islam ilmu fiqh pemahaman syariat- syariat islam berdasarkan al- Qur’an dan As- sunnah yang merupakan lautan ilmu yang meluas secara horizontal.

Sedangkan ilmu dalam tasawuf adalah mengatur kesempurnaan hubungan dengan Allah dan juga sebagai ilmu yang mampu menembus vertikal kedalam dengan mempelajari ketiganya maka akan kuatlah iman, islam dan ihsan kita yang merupakan kesempurnaan dalam islam, sebagai wujud mempelajari ilmu tauhid, fiqh dan tasawu. Cinta nya orang- orang sufi terhadap tuhan, bagi mereka adalah suatu kenikmatan tersendiri dalam dalam bertasawuf, cara ini mampu membersihkan jiwa akan penyakit- penyakit hati (bathiniyah).

Keunggulan umat islam salah satu nya adalah ilmu tasawuf ini dengan bertasawuf yang merupakan suatu kekuatan batin untuk mempertebal iman, tauhid, ladang amal, pembersih jiwa, serta untuk memperkuat ihsan suatu cara untuk lebih mengenal Allah dan mencari keridhaan nya semata maka secara otomatis akan meningkatkan akhlakul kharimah atau akhlak mulia. Oleh karena itu ilmu tasawuf khusus nya di indonesia haruslah mendapat perhatian penuh dari dari para alim ulama, sarjana dan para cendiakawan muslim lain nya untuk diselidiki dan dikupas secara luas agar dapat menciptakan mental yang silami dan pemahaman spritural serta akhlak mulia yang jauh dari sifat- sifat tercela dan munafk.

Jadi intinya kedua ilmu ini memiliki hubungan yang sangat baik dan takkan dipisahakan mereka memiliki ajaran atau ilmu yang sangat bermanfaat maka dari itu disini kita lihat bahwa benar tasawuf dapat meningkatkan akhlak mulia. (*)

 

Penulis : Fitri Tanjung
Fakultas : Ushuluddin dan Studi Islam
Jurusan : Akidah Dan Filsafat Islam
Kelompok KKN DR 55

Pos terkait