SPJ DD Diduga Bermasalah, Kades Branta Tinggi Dilaporkan

  • Whatsapp
Mantan Sekdes Branta Tinggi Achmad Sugiarto usai melaporkan Kades Imam Fuuji ke Kejari Pamekasan

PAMEKASAN, NusaNews.net – Kades Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan Imam Fuuji dilaporkan warganya ke Kejari Pamekasan. Pemicunya, sejumlah perangkat desa merasa tidak pernah menandatangani surat pertanggung jawaban (spj) realisasi dana desa (DD).

Mantan Sekdes Branta Tinggi Achmad Sugiarto mengatakan, ada beberapa pekerjaan DD tanpa sepengetahuan dia saat menjabat sekdes. Bahkan, SPJ yang harusnya ditandatangani tidak pernah diketahui.

Baca Juga

Padahal, pekerjaan itu terlaksana. Seharusnya, semua pekerjaan yang bersumber dari uang rakyat, surat pertanggung jawabannya ditandatangani sekdes.

Tetapi, Achmad Sugiarto justru mengakui tidak mengetahui. Patut diduga ada pelanggaran dalam penyusunan SPJ itu. “Kami tidak pernah tandatangan SPJ realisasi DD triwulan empat,” katanya.

Dengan adanya dugaan pelanggaran itu, Kades Branta Tinggi Imam Fuuji dilaporkan ke kejaksaan. Harapannya, korps adhyaksa itu mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Bahkan, jika ada pelanggaran berupa korupsi, harus diusut sesuai hukum yang berlaku. Siapapun yang terlibat, harus dihukum. “Saya berharap Kejari Pamekasan segera menindak lanjuti laporan kami,” katanya.

Kades Branta Tinggi Imam Fuuji mengomentari langsung pelaporan itu. Dia hanya menyampaikan bahwa dia tidak bersalah. “Yang benar Insyaallah akan di depan,” tutupnya. (ki/red)

Pos terkait