Siltap Tidak Dibagikan, Kades Branta Tinggi Dilaporkan ke Kejari Pamekasan

  • Whatsapp

PAMEKASAN, NusaNews.net – Kades Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan Imam Fuuji dilaporkan warganya ke Kejari Pamekasan. Kades yang baru dilantik Oktober 2019 lalu itu diduga tidak membagikan honor mantan perangkat desa dengan total Rp 25 juta.

Mantan Sekdes Branta Tinggi Achmad Sugiarto mengatakan, penghasilan tetap (siltap) tujuh orang mantan perangkat desa tidak dibagikan. Padahal, penghasilan itu hak perangkat desa.

Baca Juga

Masing-masing perangkat desa menerima upah tidak sama. Hasil kalkulasi, total siltap yang tidak dicairkan mencapai Rp 25 juta. “Siltap itu hak kami, harusnya dicairkan,” katanya.

Sugiarto mengatakan, tindakan semena-mena kades itu diduga dilatar belakangi perbedaan pandangan politik pada pilkades lalu. Sebanyak tujuh orang mantan perangkat desa tidak mendukung Imam Fuuji.

Sembilan hari setelah pelantikan, perangkat desa yang tidak mendukung itu dipecat secara sepihak. Kemudian, siltap tidak dibagikan. “Kami tidak apa-apa dipecat, asal siltap dibagikan,” katanya.

Selama ini, tidak ada iktikad baik dari kades. Bahkan, surat pemecatan disampaikan melalui orang suruhan, tidak diberikan langsung. Kasus tersebut beberapa waktu lalu dilaporkan ke Inspektorat.

Kemudian sekarang dilaporkan ke kejaksaan. Tujuannya, agar siltap yang tidak dibagikan itu diusut secara tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kami minta kasus ini diusut secara hukum,” katanya.

Kades Branta Tinggi Imam Fuuji tidak berkomentar. Alasannya, dia tidak mau koar-koar di media. “Biarkan saja angin berlalu,” tukasnya. (ki/red)

Pos terkait