SAYA ANGGOTA IPCI SITUBONDO

  • Whatsapp

Saya bergabung menjadi anggota IPCI (isuzu Panther community Indonesia) Situbondo Pada hari Sabtu 11 MEI 2019 yang bertepatan dengan 06 Ramadlan 1440 H. tidaklah sulit untuk bergabung ke Komunitas ini, sesuai instruksi yang saya terima dari Om Hamid salah seorang owner empus (Mobil Panther) dari wilayah barat, saya mendatangi lokasi / markas Om Dani untuk memasang stiker/bando dilengkapi dengan nomer punggung yang akan disesuaikan dengan kode kecamatan.

Kebetulan waktu itu saya kebagian nomer punggung #1003, dua angka didepan setelah taggar adalah kode domisili kecamatan yaitu kapongan. Sedangkan dua angka setelahnya adalah nomer urut mobil empus kita.

Jika kemudian muncul pertanyaan ;
“apa motivasi saya bergabung ke komunitas ini…???”
Sebenarnya pertanyaan semacam itu tidak dijawabpun tak akan menjadi persoalan, hehehehehe….

Namun sebenarnya, ketertarikan untuk bergabung dengan sebuah komunitas para pemilik mobil Panther ini sudah lama ada jauh-jauh hari sebelum mobil empus saya miliki. Hal itu terjadi karena sebelum “celengan” yang saya kumpulkan cukup untuk melamar satu unit empus, saya sudah agak lama bergabung dengan beberapa group pemilik empus yang ada di FB. Group-group tersebut banyak berfungsi sebagai sarana konsultasi dan sharing antar sesama pemilik empus.

Di dalam group tersebut juga saya temukan suasana guyub dan cair penuh canda tawa dan corak persahabatan. Sebab itulah ketika di perjalanan beberapa kali berpapasan dengan Mobil Panther berbando IPCI Situbondo di kaca depan bagian atas dengan gaya tulisan menarik berukuran sedang dan dilengkapi dengan tulisan “pagghun sataretanan”, Saya kemudian memantapkan niat untuk bergabung ke Komunitas ini.

Saya bergabung dengan IPCI Situbondo Bertepatan dengan pelaksanaan bagi-bagi takjil yang melibatkan seratusan Mobil Panther (IPCI Situbondo) di Kantor Polres Situbondo, dan dengan berat hati kegiatan tersebut tidak bisa saya ikuti.

Ketika Si Empus sudah dipasangi Mahkota IPCI, maka suasanaa berbeda akan kita rasakan. Tradisi saling sapa ketika berpapasan di jalan, baik dengan “Dem” Head lamp, bunyi klakson, bahkan juga lambaian tangan akan menjadi warna perjalanan kita. Hal ini tidak hanya kita rasakan ketika berada di area Kabupaten Situbondo, ketika keluar kotapun kita akan merasakan pola interaksi yang demikian, bahkan kita akan saling sapa dan mengobrol ketika kebetulan parkir berdampingan.

Kegiatan kopdar, bakti sosial, Halal bihalal, Silaturrahim, saling menjenguk anggota yang sakit, dan beberapa kegiatan lainnya mewarnai pola pergaulan dalam komunitas ini.

Jika merujuk pada pandangan Ferdinand Tonnies (Sosiolog), komunitas ini masuk kategori Kelompok Sosial “Gemeinschaft”, yaitu bentuk kehidupan bersama di mana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni serta bersifat nyata dan organis. Walaupun sebenarnya dalam kajian Sosiologi awalnya kelompok ini dikaitkan dengan masyarakat desa atau komunal dengan ciri-ciri adanya ikatan kebersamaan (kolektif) yang sangat kuat.

Namun sayangnya,karena faktor jadwal kegiatan yang tak menentu, saya secara pribadi termasuk salah satu anggota yang jarang mengikuti kegiatan komunitas. Ketika awal mengikuti Kegiatan IPCI Situbondo yang berlokasi di rumah Om H. Ahkam selaku Ketum. IPCI Situbondo, saya masih merasa canggung. Namun Alhamdulillah rasa canggung itu tak berlangsung lama karena para sahabat/ om-om sangat ramah dan familiar. Maka kemudian sayapun tak canggung lagi untuk “nyeruput” kopi dan “menggarap” hidangan kue yang ada di depan saya.

Hehehehehe……

Semoga tulisan ini bisa menjadi penghapus keraguan yang masih ada di hati para pemilik Mobil Panther untuk bergabung di komunitas ini. Ketika bergabung, anda tidak akan diberatkan dengan ujian wajib bulanan dan tetek bengek lainnya. Cukup anda kontak Om Dian, datang untuk pasang Bando (Stiker depan + belakang) dan nomer punggung di kaca samping sisi belakang, tentunya tidak gratis dan anda harus bayar untuk pemasangan stiker ini, karena Om Dian lebih suka bersedekah pada kaum du’afa ketimbang bersedekah pada kita yang sudah mampu “menunggangi” empus.

Hehehehehe…..

PRINSIP IPCI :
1. UTAMAKAN KELUARGA
2. PEKERJAAN
3. Kopdar IPCI

Di akhir tulisan, saya sampaikan permohonan maaf pada Om H. Ahkam selaku Ketum. IPCI SITUBONDO dan Om-om beserta nonya, karena saya yang sok sibuk ini jarang ikut Kopdar bersama Om-om dan para nyonya.

 

Penulis: Abdul Wafi

Pos terkait