Puisi: Lupa Diri

  • Whatsapp
Adam Hurit
Oleh: Adam Hurit

Cukuplah,
Sudah bosan untuk dipertontonkan
Sandiwara yang diskenario telah dibongkar.
Sutradara tidak tahu ada spion di sampingnya.

Kambing harus mengaum di area harimau,
Kambing lupa diri.
Kambing siap disantap.
Disantap dan disantap.

Baca Juga

Modus yang digalakan berubah menjadi iklan.
Selai menjadi basi dan kadaluarsa
Rusak, bau, menjamur dan membusuk
Tempatmu adalah sampah.

Bumi dipijak langit dijunjung
Kalah adalah abu
Menang tidak selamanya arang
Jari-jari penunjuk ditelan momen

Profesi telah berubah makna oleh golongan munafik
Golongan abstrak akan hilang ditiup sepoi
Privasi palsu menggunakan topeng nepotisme
Terlepas dan melorot oleh bumi yang dipijak.

 

Pos terkait