Polisi Tak Boleh Tahan Lurah Kolpajung Sebelum Ada Putusan Perdata

  • Whatsapp

PAMEKASAN, NusaNews.net – Lurah Kolpajung Abd. Aziz terlibat kasus dugaan korupsi tanah kas desa (TKD). Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pamekasan.

Tapi, polisi tidak bisa melakukan penahanan terhadap Lurah Aziz. Sebab, kasus tanah tersebut masih diajukan gugatan secara perdata ke PN Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Nisan Radian selaku penasehat hukum Lurah Kolpajung Abd. Aziz dan Mahmud mengatakan, perkara perdata sudah diajukan. Dengan demikian, polisi tidak boleh melakukan penahanan terhadap kliennya selama belum ada putusan pada perkara perdata.

Pria yang biasa disapa Icang itu yakin kliennya lolos dari jeratan pidana. Kasus dugaan penyerobotan TKD itu lebih tepat diselesaikan secara perdata. “Kurang tepat bagi kami kalau diselesaikan secara pidana,” katanya.

Icang mengatakan, dia akan terus mencari keadilan bagi kedua kliennya. Lurah Kolpajung Abd. Aziz dan Mahmud selaku pemilik SHM tidak tepat jika dijerat pidana. “Jika harus dilakukan penahanan, tidak boleh dilakukan sebelum ada putusan perdata,” katanya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Andri Setya Putra mengatakan, majelis hakim PN Pamekasan menolak gugatan praperdilan. Selanjutnya, polisi mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap Lurah Kolpajung Abd. Aziz dan Mahmud. “Statusnya tersangka,” tukasnya. (red/ki)

Pos terkait