Peran Pemuda dalam Kemerdekaan

  • Whatsapp
Oleh: Abdul Salim 
(Ketua Samurai)

Tak terbantahkan bahwa pemuda merupakan elemen penting dalam Kemerdekaan. Menjadi tonggak dalam persatuan dan kesatuan bangsa yang diikrarkan dalam semangat Sumpah Pemuda saat melawan penjajah hingga mencapai Indonesia merdeka.

Puncaknya terjadi pada Agustus 1945 para tokoh perjuangan dan pergerakan kemerdekaan menyiapkan kemerdekaan Indonesia dibantu oleh barisan pemuda Indonesia dan tepat pada 17 Agustus 1945 Proklamasi itu dapat kita dengar melalui tuturan sang Proklamator Ir. Soekarno dan didampingi oleh Drs. Moh. Hatta.
“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pernyataan Presiden pertama Indonesia ini membuktikan bahwa para pemuda memiliki kekuatan yang dahsyat apabila ia memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk terus berkarya dengan hal-hal yang positif. Karena masa muda merupakan suatu masa dimana seseorang mampu melaksanakan suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Maka jelaslah pemuda merupakan aset besar bagi suatu bangsa, pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa depan, baik pemudanya maka baik pulalah negaranya, buruk pemudanya maka buruklah negaranya.

Baca Juga

Perlu disadari bahwa tantangan kehidupan berbangsa sekarang ini, memerlukan tampilnya para pemuda yang kuat solidaritasnya, teguh integritasnya, serta profesional dalam segala bidang pengabdiannya. Solidaritas pada dasarnya mengandung nilai sosial yakni kemampuan merasakan penderitaan sesama dan kesadaran untuk berbagi rasa dengan orang lain. Integritas selalu ditandai dengan adanya keteguhan akhlak, moralitas, sikap berani dan bertanggungjawab, sedangkan profesionalitas bermakna mengandalkan adanya etos kerja, kemampuan inovasi, produktivitas serta berdaya saing.

Lantas, apa peran kita sebagai pemuda pasca kemerdekaan saat ini? Beriman dan berilmu.

Terdengar klise, namun 2 hal ini bisa menjadi penopang prinsip dalam berkehidupan. 2 hal yang tak bisa dipisahkan 1 dari yang satunya. Buya Hamka pernah berkata bahwa “Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi, namun ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan pencuri”. Agama yang mengajarkan iman dan pendidikan yang mengajarkan ilmu, keduanya harus seimbang. Karena sinergi yang positif antara keduanya menghasilkan masa depan Indonesia.

Proses pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk dapat hidup layak di masa depan. Bertujuan untuk mempertajam kecerdasan, memperkokoh kemauan serta menjadi penyejuk untuk orang-orang di sekitar. Pemuda harus bercita-cita besar sebab ia akan menjadi penentu nasib bangsa kedepan, berpikir besar dan merealisasikannya melalui proses pendidikan. Oleh sebab itu, akan menjadi penting bagi para pemuda mengisi waktunya dengan semangat belajar sesuai dengan daya mampu dan keahliannya. Jadilah anak muda yang produktif jangan biarkan tubuh yang malas memperbudak pikiran yang cemerlang.

Menggali potensi diri sebanyak-banyaknya melalui apapun dan dimanapun sehingga menjadi pemuda yang profesional.

Pemuda adalah tunas harapan bangsa, penerus estafet kepemimpinan dan kejayaan Indonesia. Sudah sepatutnya kita mengambil peran itu dan kita bisa memulainya dari desa tempat tinggal kita. Yaitu dengan memuliakan warisan bumi dan menyejahterakan masyarakat setempat melalui gerakan membangun desa. Nilai-nilai kehidupan mulia itu biasanya ada di desa seperti kesederhanaan, kejujuran, apa adanya, kemandirian serta gotong royong. Nilai ini yang harus kita pertahankan agar kelak ketika kita menjadi pemimpin, nilai-nilai ini akan tetap melekat dalam pribadi kita. Desa menjadi topik yang selalu unik untuk digelar diberbagai ruang dan waktu, menjadi ruang hidup yang terus bertumbuh dan bermartabat. Ketika kita para pemuda memiliki ketertarikan untuk mengembangkan desanya masing-masing, maka ada semacam bonus yang akan negeri ini peroleh dimana kita tidak perlu lagi repot membuat macet kota besar yang ada di Indonesia karena kita bisa bekerja di desa sendiri.

Kita bisa bergerak bersama, mulailah dengan komunikasi dengan keluarga, jejaring dengan banyak pihak dan ingatlah ketika kita memiliki niat baik maka akan dihadiri oleh orang-orang baik pula.

Menciptakan suatu sistem yang berdampak besar bagi orang banyak akan turut menghadiahi diri dengan pahala yang diberikan Tuhan meskipun raga sudah tiada. Maka jadikan ini spirit untuk kita bisa memulai mengabdi dan membangun desa atau daerah kita masing-masing. Perlu diingat bahwa kata kemerdekaan bukan hanya suatu ungkapan kebebasan dari penjajahan, kata kemerdekaan juga merupakan suatu kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Sebagai generasi muda, maka kitalah yang harus memajukan Indonesia lebih baik dari sebelumnya. Rasanya akan sangat percuma setinggi apapun ilmu yang kita miliki, tetapi tidak digunakan untuk kepentingan masyarakat. Semisal kita adalah seorang Sarjana pertanian, tentu saja kita harus berguna untuk membuat suatu sistem bertani masyarakat kita lebih maju, begitu juga dengan bidang ilmu lainnya.

Indonesia dengan bangsanya yang besar, maka pemuda harus bersiap untuk menjadi pemimpinnya. Perubahan demi perubahan menuntut jawaban dari generasi muda yang akan memimpin Indonesia pada dasawarsa mendatang. Maka pemuda tidak boleh lemah, pemuda harus bangkit dan melakukan hal-hal yang positif.

Generasi muda sungguh diharapkan mampu mentransfer semangat kebangsaan yang telah ditunjukkan oleh The Founding Father dengan jiwa kepeloporan, daya intelektualitas, dan potensi profesionalitasnya agar selalu terbangun iklim kondusif sebagai modal utama dalam menghidupkan sendi-sendi perekonomian bangsa melalui ide-ide kreatif dan inovasi baik berbasis kekayaan lokal ataupun digital, demi menuju tatanan masyarakat dan masa depan bangsa yang lebih maju ke depan, lebih sejahtera dan lebih bermartabat. Dan ingatlah, pemuda Indonesia adalah generasi pewaris bangsa, pencipta perubahan, pemimpin perubahan, kita tidak boleh lemah, pemuda harus memimpin peradaban dan pemuda harus melakukan sesuatu.

Pos terkait