Pengorbanan Waliyullah “Syeikh Ahmad Al-Rifa’i”

  • Whatsapp
Menurut Imam asy-Sya’roni bahwa Syeikh Ahmad al-Rifa’i telah melampaui “Maqamat” dan “Athwar” karena Qutub dan Ghauts itu adalah Maqam yang diketahui secara umum.
Sebelum wafat beliau telah menceritakan kapan waktunya akan meninggal dan sifat-sifat hal ihwalnya beliau. Beliau akan menjalani sakit yang sangat parah untuk menangung bilahinya para makhluk.
Beliau berkata, “Aku telah di janjikan oleh Allah, agar nyawaku tidak melewati semua dagingku (daging harus musnah terlebih dahulu). Ketika Ahmad Al-Rifa’i sakit yang mengakibatkan kewafatannya.
Beliau berkata,“Sisa umurku akan kugunakan untuk menanggung bilahi agungnya para makhluk. Kemudian beliau menggosok-ngosokkan wajah dan uban rambut beliau dengan debu sambil menangis dan beristighfar.

Baca juga:

Yang dideritai oleh Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i ialah sakit “Muntah Berak”. Setiap hari tak terhitung banyaknya kotoran yang keluar dari dalam perutnya.
Sakit itu dialaminya selama sebulan hingga ada yang tanya, “Kok, bisa sampai begitu banyaknya yang keluar, dari mana ya syaikh.
Padahal sudah dua puluh hari tuan tidak makan dan minum.Beliau menjawab, “Karena ini semua dagingku telah habis, tinggal otakku, dan pada hari ini nanti juga akan keluar dan besok aku akan menghadap Sang Maha Kuasa.
Setelah wafat, keluarlah benda yang putih kira-kira dua tiga kali terus berhenti dan tidak ada lagi yang keluar dari perutnya.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang waliyullah memiliki pengorbanan yang besar demi umat, sebab paling baiknya ulama adalah mereka yang sangat peduli terhadap umat. Karena itu, doa beliau yang selalu dipanjatkan:
اللهم ارحم امة سيدنا محمد واصلح أمة سيدنا محمد وفرج عن أمة سيدنا محمد

Pos terkait