Pagelaran Budaya dalam “Rokat Tasek” di Pelabuhan Pasongsongan

  • Whatsapp

NusaNews.net — Rokat berasal dari kalimat moro-moro dhumateng berkat (Bhs. Jawa) yang terjemahan luasnya adalah seseorang yang mendekatkan dirinya pada hal-hal yang mendatangkan keberkahan dalam kehidupannya. Sedangkat kata tasek (Bhs. Madura) adalah laut. Singkatnya rokat tasek bermakna meritual laut agar hasil tangkap ikan para nelayan memberikan keberkahan (barokah) pada rejeki yang diberikan Allah SWT. Terutama dalam Rokat Tasek ini bertujuan, memohon kepada Yang Maha Kuasa agar para nelayan selamat dari musibah/bencana laut.

Acara tahunan serupa sebenarnya beberapa bulan yang lalu sudah terlaksana. Karena ada inisiatif dari pemangku kebijakan yaitu Pemkab Sumenep, maka pihak UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan memberikan ruang untuk pagelaran tradisi masyarakat dalam Festival Nelayan ini.

Sebenarnya gelar budaya masyarakat pesisir ini menitik beratkan pada permohonan berjemaah kepada Allah. Wajib hukumnya bagi seorang hamba memanjatkan doa agar selamat dunia-akhirat.

“Mulai saat ini semua nelayan Pasongsongan tidak pergi melaut. Semua perahu yang ada akan dihias secantik mungkin oleh semua pemiliknya,” ujar Alimurrahman kepada suarasantri.co.id Sabtu (23/11/2019). Dia adalah pegawai dari UPT PPP Pasongsongan.

Lebih jauh Alimurrahman mengatakan, dalam Festival Nelayan yang akan diselenggarakan besok (Ahad, 24/11/2019) ini akan dimeriahkan oleh serangkaian acara, diantaranya: Khotmil Qur’an, musik tongtong, musik saronen, tari Tanduk Majeng, tari topeng, sandur Madura, mocopat, larung benih ikan, bersih-bersih pantai, dialog budaya, penyuluhan hasil olahan ikan. Juga akan dimeriahkan oleh beberapa lomba budaya pesisir, antara lain: Lomba kerrap ling-giling tanpa paku (tingkat anak-anak), lomba miniatur perahu, lomba hias perahu.

“Dalam acara Rokat Tasek ini semua komponen masyarakat nelayan Pasongsongan sangat antusias. Saya pribadi sangat bangga acara ini bisa terselenggara dengan baik. Kita tahu, kalau sekarang nelayan Pasongsongan lagi musim “pocokan”. Maksudnya, hasil tangkap ikan nelayan sedang booming. Tapi mereka rela untuk tidak melaut mulai hari ini dan besok demi suksesnya gelar budaya masyarakat pesisir,” tukas Alimurrahman.

Sedangkan jalan yang menuju UPT PPP Pasongsongan juga sudah selesai diaspal mulus ketika suarasantri.co.id lewat tadi pagi. Padahal sebelumnya jalan sepanjang 500 meter itu rusak parah. (Yant Kaiy)

Pos terkait