Hijrah dari Riba di Bank Syariah

  • Whatsapp
Lisa Mahmuda Hadi (Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

Oleh: Lisa Mahmuda Hadi
(Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

Hijrah berasal dari bahasa arab yang secara harfiah berati perpindahan dari suatu tempat ketempat lain. Dalam terminologi islam, hijrah bearti perpindahan dari suatu keadaan yang tidak baik menuju keadaan yang lebih baik. Contoh nya berpindah dari kebatilan menuju kebenaran atau dari kekufuran menuju keislaman. Dengan kata lain, tren hijrah perlahan- lahan membuat banyak masyarakat mengubah perilaku hidup nya dengan tujuan menjadi lebih baik sesuai syaraiat.

Baca Juga

Bank syariah secara sederhana dapat diartikan sebagai bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah atau hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia. Jasa perbankan sudah sangat familiar dengan kehidupan sehari- hari, kita dapat memanfaatkan jasa perbankan untuk saving, transfer atau isi ulang saldo. Dalam sejarah perekonomian islam,fungsi perbankan untuk menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat kegiatan muammalah pada zaman dahulu seperti menerima titipan harta, meminjam kan uang kepada tetangga dan kerabat.

Riba adalah penetapan uang melebuhkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentasi tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Secara bahasa Riba adalah Tumbuh dan membesar sedangkan menurut istilah Riba bearti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal.

Orang- orang yang mengambil Riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan. Kadang mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata sesungguh nya jual beli itu sama dengan Riba, padahal Allah telah menghalal kan jual beli dan mengharam kan Riba. Orang yang mengambil Riba sama dengan penghuni- penghuni neraka, dalam keuangan islam, bunga bank secara fiqih dikategorikan sebagai riba sama dengan hal nya haram. Umhur Ulama seperti Abu Zahra mengatakan bahwa bunga bank itu riba nasiah yang dilarang oleh islam.

Hadirnya perbankan syariah menjadi solusi alternatif yang diberikan oleh islam atas pelarangan bunga pada perbankan konvensional. Bank konvensional menerapkan bunga menjadi bagian integral dari seluuh kegiatan bisnis nya dan tentu nya seperti yang kita tahu bunga dikategorikan riba sehingga dilarang. Sedangkan bank syariah melarang penetapan bunga dalam semua transaksi perbankan. Konsep yang ditawarkan bank syariah tidak menggunakan bunga dalam transaksi nya melainkan penggunaaan bagi hasil, yaitu pembagian keuntungan atau kerugian sesuai nisbah bagi hasil yang telah disepakati pada awal kontrak anatara nasabah dan bank.

Hal tersebut merupakan salah satu bukti bahwa bank syariah jauh lebih baik dari pada bank konvensional. Sudah saat nya kita berhijrah dari perbankan konvensional yang menggunakan bunga dalam operasi nya dan berdasarkan Fatwa MUI bunga bank itu haram hukum nya menuju perbankan syariah yang jelas- jelas dibolehkan dalam islam kalau bukan dari sekarang kita memulai kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi? Dan sesuatu yang jelas haram, wajib bagi kita untuk meninggal kan nya. Sebagaimana firman Allah swt dalam AL. QS: Al- Baqarah: 275, Yang artinya “ Allah swt menghalalkan jual beli dan mengharam riba”.

Kalau orang- orang non muslim saja sudah banyak yang bertransksi diperbankan syariah atau beralih dan bank konven ke bank syriah masa kita sebagai umat muslim sendiri kalah sama mereka. Padahal dalam islam ketika kita mampu menerapkan transaksi syariah dalam kehidupan kita secara total, hal itu akan membawa kepada kemaslahatan. Dan saya pernah mendengar transaksi syariah itu” Berkah, Hala, dan Mengutungkan”. (*)

Pos terkait