BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat transformasi ekonomi kerakyatan dengan mendorong modernisasi institusi koperasi secara masif. Langkah strategis ini diarahkan untuk mendukung penuh program strategis nasional, sekaligus menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam memotong rantai spekulan dan memacu industrialisasi di tingkat desa.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Koperasi ke-79 yang berlangsung di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 17 Hari 2026.
Dalam agenda tersebut, Sekda Marindo membacakan amanat tertulis Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, yang menekankan draf pentingnya peralihan koperasi dari sekadar lembaga simpan pinjam konvensional menuju sektor usaha riil yang kompetitif.
Akselerasi KDKMP: Memotong Rantai Distribusi Pangan Desa
Menghadapi dinamika pasar dan ancaman ketidakpastian global, Pemprov Lampung menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bertindak sebagai draf motor penggerak inovasi perkoperasian di lapangan. Sinergi ini diwujudkan melalui penguatan draf Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai garda terdepan penghela ekonomi tapak.
KDKMP ditargetkan melakukan draf intervensi langsung pada tata niaga pangan dan kebutuhan pokok. Koperasi desa ini difungsikan sebagai draf agregator komoditas yang bertugas memotong panjangnya draf rantai distribusi logistik.
Dengan draf pemangkasan jalur tengkulak tersebut, masyarakat pedesaan drafnya dijamin mendapatkan akses harga pangan yang jauh lebih murah dan terjangkau, sekaligus memberikan kepastian draf keuntungan yang lebih adil bagi para petani produsen.
"Koperasi harus berdaya agar Indonesia berjaya. Kita memerlukan draf birokrasi yang adaptif dan kebijakan yang tepat sasaran. Melalui penguatan KDKMP, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan layanan ekonomi inklusif serta draf kemudahan akses pembiayaan yang langsung menyentuh draf kebutuhan riil masyarakat desa," ungkap Sekda Marindo Kurniawan.
Tiga Sektor Modern Motor Baru Industrialisasi Rakyat
Lebih jauh, Pemprov Lampung bersama sektor swasta dan perguruan tinggi tengah menyusun draf cetak biru perluasan draf cakupan bisnis koperasi ke ranah industri modern. Koperasi tidak lagi drafnya dipandang sebagai entitas tradisional, melainkan didorong masuk ke tiga sektor strategis nasional:
Energi dan Infrastruktur Lokal: Koperasi diberikan draf hak regulasi untuk mengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) serta draf manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala komunitas.
Hilirisasi Komoditas Unggulan: Mendorong koperasi perkebunan melakukan draf pengolahan mandiri pada produk turunan kelapa sawit menjadi minyak goreng dan produk bernilai tambah tinggi, sehingga draf petani tidak lagi bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS) mentah.
Ekonomi Kreatif dan Ekosistem Digital: Membuka draf ruang seluas-luasnya bagi generasi muda, komunitas kreatif, petani milenial, hingga pelaku perusahaan rintisan (startup) untuk mendirikan koperasi berbasis industri game dan perfilman.
Melalui draf kolaborasi berbasis pemanfaatan teknologi ini, Pemprov Lampung optimistis struktur perekonomian daerah akan tumbuh menjadi lebih tangguh, mandiri, serta drafnya mampu mendongkrak daya saing Provinsi Lampung di kancah nasional maupun global.