Jangan Sampai Infrastruktur Ciptakan Persoalan Baru


NUSANEWS, JAKARTA - Komisi V DPR RI tak berkeberatan pemerintah berambisi besar dalam menggalakan proyek infrastruktur, namun jangan terlalu fokus terhadap kegiatan itu semata, sehingga mengorbankan kebutuhan lain.

"Pemerintah jangan fokus ke infrastruktur yang mungkin memaksakan kehendak dan yang lain tidak terpenuhi. Artinya, mungkin akan menciptakan persoalan baru," ujar Anggota Komisi V DPR RI, Sungkono, saat dihubungi rilis.id dari Kendari, Sulawesi Selatan, Rabu (2/8/2017).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, segala proyek infrastruktur yang ingin digarap pemerintah harus berdasarkan kemampuan. Salah satu indikatornya, tercermin dari sumber anggaran untuk membiayainya.

"Bagi kami selama anggaran dimungkinkan, tidak membebankan anggaran yang prioritas, dan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat langsung, Komisi V tidak terlalu mempermasalahkan," jelasnya.

Pengadaan prasarana, kata Sungkono, pun harus dilakukan berdasarkan skala prioritas dan terukur. Misalnya, infrastruktur diutamakan pada daerah-daerah yang benar membutuhkan, agar roda perekonomian lebih bergeliat.

"Di sana ada wilayah yang sulit dijangkau dan segi mempermudah produksi dan distribusi dan ada daerah yang potensi ekonominya, tapi sulit membangun. Maka, harus dibangun infrastruktur," bebernya.

Dia lantas mencontohkan dengan membangun rumah. Jangan karena berkeinginan mempunyai hunian sesuai harapan. Tetapi, membuat diri sendiri dan keluarga kelaparan, lantaran seluruh sumber daya telah dikucurkan untuk membiaya pembangunan tempat tinggal.

"Kita membangun rumah, tapi perut kita tidak ada isinya, kan akhirnya rumah tidak. Jadi, akhirnya kita sakit semua," kata Sungkono.

"Boleh kita memiliki ambisi, tapi harus mengukur, kira-kira sejauh mana ambisi kita membuat kita lalai yang lain," tandas legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur I itu.

Di sela acara Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7/2017), Presiden Jokowi menyatakan keinginannya, dana haji diinvestasikan untuk pembiayaan infrastruktur.

"Rp93 triliun ini kalau dimanfaatkan dengan baik, ditaruh di tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang besar, akan mempercepat pembangunan negara kita," katanya merayu.

Dia lantas mencontohkan dengan kebijakan yang dilakukan Malaysia. Guna memastikan uang tersebut aman, Jokowi berjanji, dana haji bakal dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek berisiko rendah.

"Taruh saja, misalnya, di pembangunan jalan tol. Aman, enggak akan rugi. Yang namanya jalan tol, enggak akan rugi, enggak akan hilang," yakinnya.

Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dana yang dibutuhkan untuk membiayai infrastuktur yang dicanangkan Jokowi-Jusuf Kalla medio 2015-2019 mencapai Rp4.700 triliun.

Rencananya, anggaran tersebut didapatkan dari berbagai pos. Yakni, Rp1.551 triliun dari APBN, BUMN Rp1.175 triliun, dan sisanya Rp1.974 triliun (42 persen) didorong dari investasi swasta.

Merespons keinginan Presiden tersebut, Sugiyono mengaku tak terkejut. Sebab, beberapa sumber pendapatan yang ingin digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur tak sesuai yang diharapkan.

Misalnya, mencari utang, memangkas anggaran kementerian/lembaga negara yang dianggap tidak produktif, alokasi duit untuk instansi yang mengklaim mampu menggenjot pendapatan negara, penyertaan modal negara (PMN) kepada badan usaha milik negara (BUMN) guna membangun infrastruktur.

Lalu, pengurangan anggaran subsidi dan dialihkan ke bantuan sosial, hingga pengampunan pajak (tax amnesty). "Akhirnya, dana haji dicolek-colek, seperti Kaisar Nero," tandasnya. NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Jangan Sampai Infrastruktur Ciptakan Persoalan Baru
Jangan Sampai Infrastruktur Ciptakan Persoalan Baru
Komisi V DPR RI tak berkeberatan pemerintah berambisi besar dalam menggalakan proyek infrastruktur, namun jangan terlalu fokus terhadap kegiatan itu semata, sehingga mengorbankan kebutuhan lain.
https://2.bp.blogspot.com/-OnSwmnqYjZM/WYH6K_QFeNI/AAAAAAAB16M/a3iDVFmJ91UyjQN7ImeQkOtQfM78kb1nACLcBGAs/s640/1501689862-Proyek_Flyover_Pancoran_-_Indra.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-OnSwmnqYjZM/WYH6K_QFeNI/AAAAAAAB16M/a3iDVFmJ91UyjQN7ImeQkOtQfM78kb1nACLcBGAs/s72-c/1501689862-Proyek_Flyover_Pancoran_-_Indra.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/08/jangan-sampai-infrastruktur-ciptakan.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/08/jangan-sampai-infrastruktur-ciptakan.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy