Gagah-gagahan dan Justifikasi Regulasi, IPP Dipaksa Tandatangan PPA


NUSANEWS, JAKARTA -  Asosiasi Pembangkit Listrik Tenaga Air atau APPLTA keberatan dengan ancaman salah seorang Direktur PT PLN, yang memaksa agar segera dilakulan penandatangan power purchase agreement atau PPA oleh pihak pengembang listrik swasta atau independent power producer atau IPP.

Ketua APPLTA Riza Husni mengatakan; seharusnya pemerintah dan PLN menghargai aturan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah sendiri, dimana dalam Permen 43 tahun 2017 mengatur bahwa penentuan harga jual listrik dilakukan secara Bisnis to Bisnis (B to B), artinya tidak ada paksaan dalam berbisnis.

Namun disesalkan pihak PLN mengultimatum IPP agar menandatangani PPA pada esok hari di Hotel Mulia Senayan. Acaman itu dengan tegas mengataian apabila tidak ditandatangani PPA, maka IPP dianggap mudur dan akan dicoret dari keikutsertaan proyek.

“Harusnya B to B nggak boleh mengancam,” katanya kepada Aktual.com, Selasa (1/8).

Lagian lanjutnya, sejak ada teguran Presiden Joko Widodo mengenai regulasi yang menghambat investasi, Wakil Menteri ESDM telah mengumpulkan para pengembang untuk meninjau Permen 10, 12, 42 dan 43 terkait listrik. Menjadi pertanyaan bagi Riza, mengapa Pemerintah dan PLN terburu-buru dan tidak menunggu hasil peninjauan Permen tersebut.

“Tanggal 27 Juli pertemuan dengan Wamen membahas rencana evaluasi Permen 10, 12, 42 dan 43. Pak Wamen berjanji evaluasi akan diadakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kita sedang menunggu evaluasi Permen.”

Karena itu dia menghimbau agar anggota asosiasi APPLTA supaya tidak melakukan penandatanganan PPA dan menunggu hasil evaluasi Permen seperti yang telah dijanjikan oleh pemerintah.

Sementara Menteri ESDM, Ignasius Jonan seakan ingin membuktikan bahwa regulasi yang telah ia keluarkan hingga saat ini berjumlah 46 Permen, seakan tidak bermasalah dengan pembuktian adanya penandatanganan PPA pada esok hari.

“Kita ingin buktikan pada pasar bahwa ini (regulasi) ok. Banyak 64 perusahaan tandatangan. Kita nggak semena-mena menetukan tarif, tidak terlalu murah dan tidak terlalu tinggi,” ujarnya di Kementerian ESDM.

Menurut Jonan diperkirakan dari 64 perusahaan yang bergerak di EBT dan akan menandatangani PPA, menghasilkan listrik sebesar 400 MW.  (akt) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1673,Daerah,946,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6634,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,999,Jabodetabek,5769,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8474,Pilkada,741,Politik,14215,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Gagah-gagahan dan Justifikasi Regulasi, IPP Dipaksa Tandatangan PPA
Gagah-gagahan dan Justifikasi Regulasi, IPP Dipaksa Tandatangan PPA
Asosiasi Pembangkit Listrik Tenaga Air atau APPLTA keberatan dengan ancaman salah seorang Direktur PT PLN, yang memaksa agar segera dilakulan penandatangan power purchase agreement atau PPA oleh pihak pengembang listrik swasta atau independent power producer atau IPP.
https://1.bp.blogspot.com/-QUlUPfY2GvI/WYCf_M8XMSI/AAAAAAAADUI/PL8CkFRjWEEkJ-9_R5uNFBwP_oS7Zr2-wCLcBGAs/s640/Punya-Potensi-Energi-Listrik-Besar-Kabupaten-di-Sumbar-Ini-Akan-Bangun-Tiga-Unit-PLTMH.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-QUlUPfY2GvI/WYCf_M8XMSI/AAAAAAAADUI/PL8CkFRjWEEkJ-9_R5uNFBwP_oS7Zr2-wCLcBGAs/s72-c/Punya-Potensi-Energi-Listrik-Besar-Kabupaten-di-Sumbar-Ini-Akan-Bangun-Tiga-Unit-PLTMH.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/08/gagah-gagahan-dan-justifikasi-regulasi.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/08/gagah-gagahan-dan-justifikasi-regulasi.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy