Utang Pemerintah Bengkak hingga Rp3.672 Triliun Dinilai Berbahaya

 

NUSANEWS, JAKARTA -  Membengkaknya utang pemerintah Indonesia yang menembus Rp3.672,33 triliun hingga Mei 2017 menurut Institute Development of Economics and Finance (Indef) menjadi lampu kuning dan cukup berbahaya. Dibandingkan Maret 2017, utang pemerintah mengalami kenaikan sebesar Rp16,37 triliun.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengungkapkan, pengelolaan utang pemerintah saat ini sudah lampu kuning. Apalagi, membengkaknya utang pemerintah tidak diimbangi dengan penerimaan negara yang meningkat.

"Saya pikir sudah lampu kuning soal pengelolaan utang Pemerintah. Ini cukup berbahaya. Kalau utang naik, sementara penerimaan negara justru turun yang terjadi adalah ability to pay alias kemampuan bayar pemerintah menjadi lebih rendah," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Tahun ini saja, kata dia, bunga utang yang harus dibayar pemerintah mencapai Rp200 triliun. Sementara pada 2018 hingga 2019, utang jatuh tempo pemerintah mencapai Rp810 triliun. "Darimana pemerintah bisa menutup utang sebesar itu?" imbuh dia.

Menurutnya, salah satu hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk menutup utang-utang tersebut adalah dengan meningkatkan industrialisasi. Pasalnya, jika industri naik maka ekspor dan penerimaan negara juga ikut naik. Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan industri justru menurun. Bhima menilai, 15 paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga tidak mampu menumbuhkan industri di Tanah Air.

"Kuncinya ada di industrialisasi. Kalau industri tumbuh, ekspor naik, penerimaan negara juga naik. Jadi kemampuan bayar cicilan lebih baik. Itu yang tidak terjadi sekarang, padahal 15 paket kebijakan sudah keluar. Sekarang industri tekstil, makanan minuman turun," tandasnya. (dtk) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1673,Daerah,946,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6634,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,999,Jabodetabek,5769,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8474,Pilkada,741,Politik,14215,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Utang Pemerintah Bengkak hingga Rp3.672 Triliun Dinilai Berbahaya
Utang Pemerintah Bengkak hingga Rp3.672 Triliun Dinilai Berbahaya
Membengkaknya utang pemerintah Indonesia yang menembus Rp3.672,33 triliun hingga Mei 2017 menurut Institute Development of Economics and Finance (Indef) menjadi lampu kuning dan cukup berbahaya. Dibandingkan Maret 2017, utang pemerintah mengalami kenaikan sebesar Rp16,37 triliun.
https://4.bp.blogspot.com/-L4xJeCgKxhM/WWXNtbry2JI/AAAAAAAABDM/PoZ0BVnRhDgXYg33CF0TQCnUDaGJUvx5ACLcBGAs/s640/utang-pemerintah-bengkak-hingga-rp3-672-triliun-dinilai-berbahaya-hdc.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-L4xJeCgKxhM/WWXNtbry2JI/AAAAAAAABDM/PoZ0BVnRhDgXYg33CF0TQCnUDaGJUvx5ACLcBGAs/s72-c/utang-pemerintah-bengkak-hingga-rp3-672-triliun-dinilai-berbahaya-hdc.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/utang-pemerintah-bengkak-hingga-rp3672.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/utang-pemerintah-bengkak-hingga-rp3672.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy