Salah Kaprah, Setelah PT IBU, Kini KPPU Tergiur dengan Gas PGN



NUSANEWS, JAKARTA -  Aksi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali dinilai ‘mabuk’, setelah berurusan dengan PT Indo Beras Unggul (PT IBU), kini malah tergiur untuk mengolah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) dengan dalil penjualan gas bumi di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Dalam dakwaan persidangan, KPPU menduga PGN telah melakukan monopoli harga sehingga harga gas industri di Medan sempat melambung tinggi di angka USD 13,38 mmbtu. Padahal dalam praktiknya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor hilir gas itu hanya bertindak sebagai penyalur gas bumi ke industri, di mana pembentukan harga sudah lebih dulu ditetapkan pemasok PGN di hulu yakni PT LNG Arun dan PT Pertamina EP. Keduanya merupakan entitas usaha PT Pertamina (Persero).

Tingginya harga jual gas industri pun kian tercipta akibat panjangnya rantai distribusi dari keberadaan jaringan pipa transmisi yang dimiliki PT Pertamina Gas, PT Pertagas Niaga (anak usaha Pertamina Gas) dan sejumlah trader (calo) yang memaksa PGN membeli gas tersebut dengan harga yang tinggi.

“Apa yang terjadi di Medan saat ini merupakan imbas dari carut-marutnya tata kelola sektor hilir gas bumi yang belum bisa diselesaikan pemerintah. Meski arah kebijakan energi nasional sudah jelas, saya pikir perlu dibuat roadmap hilir gas bumi untuk menghindari hal seperi ini sehingga kebijakan bisa sinkron dan tidak berjalan parsial ke depannya,” ujar Tumiran, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Senin (31/7).

Tumiran mengungkapkan, keberadaan roadmap hilir minyak dan gas bumi sendiri harus harus segera dibuat dalam rangka menyikapi meningkatnya angka konsumsi gas bumi khususnya di sektor industri.

Dalam konteks industri gas di Medan, akademisi Universitas Gajah Mada (UGM) ini pun menilai fenomena tingginya harga gas bumi yang sempat terjadi juga dikarenakan minimnya alokasi gas untuk industri sehingga mengakibatkan tingginya harga jual ke konsumen. Ditambah, sengkarut masalah dalam hal tumpang tindihnya fasilitas penyaluran gas bumi yang menjadikan harga gas tinggi.

“Di sinilah tugas regulator termasuk BPH Migas dan KPPU untuk dapat menyelesaikan sengkarut masalah mengenai tumpang tindih tadi. Kalau di suatu wilayah sudah ada BUMN yang beroperasi, harusnya tidak boleh lagi ada yang masuk untuk menghindari persaingan yang tidak sehat,” imbuh Tumiran.

Seperti diketahui, dalam waktu dekat KPPU akan menggelar sidang lanjutaan atas dugaan praktik monopoli harga gas yang dilakukan PGN terhadap pelaku industri di Medan. Dalam dakwaannya, PGN diduga telah melakukan monopoli lantaran telah menguasai sebagian besar pasar bisnis gas bumi di Sumatera Utara; Menerapkan harga secara sepihak tanpa memperhatikan daya beli; Menerapkan harga secara excessive, Hingga memberlakukan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang tidak seimbang dengan pelanggan.

Jika mengacu Pasal 27 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Pasal 51 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, PGN selaku BUMN yang ditunjuk pemerintah dalam penyaluran gas bumi ke konsumen berhak menentukan harga jual layaknya PT Pertamina (Persero) pada penjualan bahan bakar minyak (BBM) dan PT PLN (Persero) dalam penjualan energi listrik.

Berangkat dari dua regulasi inilah dapat disimpulkan PGN tak menyalahi Pasal 17 dan 18 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang menjadi dasar perkara dugaan monopoli gas.

“Jadi KPPU juga jangan selalu menyalahkan dan menyudutkan korporasi saja. Kita harus lihat aturan dan problemnya secara utuh,” kata Tumiran.  (akt) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Salah Kaprah, Setelah PT IBU, Kini KPPU Tergiur dengan Gas PGN
Salah Kaprah, Setelah PT IBU, Kini KPPU Tergiur dengan Gas PGN
Aksi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali dinilai ‘mabuk’, setelah berurusan dengan PT Indo Beras Unggul (PT IBU), kini malah tergiur untuk mengolah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) dengan dalil penjualan gas bumi di wilayah Medan, Sumatera Utara.
https://3.bp.blogspot.com/-HcpgmP9EwDQ/WX9PqVAOmaI/AAAAAAAADF0/U9Z1vQa_cqch87qMttjMERRCH7fUgGxjQCLcBGAs/s640/KPPU-Kebijakan-Pemerintah-Terkait-Harga-Merusak-Persaingan-Pasar.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-HcpgmP9EwDQ/WX9PqVAOmaI/AAAAAAAADF0/U9Z1vQa_cqch87qMttjMERRCH7fUgGxjQCLcBGAs/s72-c/KPPU-Kebijakan-Pemerintah-Terkait-Harga-Merusak-Persaingan-Pasar.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/salah-kaprah-setelah-pt-ibu-kini-kppu.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/salah-kaprah-setelah-pt-ibu-kini-kppu.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy