Pengamat Hukum: Jika Kritikan Dipidanakan, Hukum Indonesia Berbahaya



NUSANEWS, PEKANBARU - Pakar Hukum Pidana Universitas Riau DR Erdianto Efendi, SH MH menyatakan jika sebuah kritikan dianggap sebagai bentuk tindak pidana, maka negeri ini dalam kondisi bahaya. Hal ini diungkapkan Erdianto terkait kasus Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang mengkrik seorang oknum jaksa agar tidak semena-mena dalam penegakan hukum.

"Kalau kritikan diangap sebagai ancaman, penghinaan ini sangat berbahaya sekali (hukum di Indonesia)," ujar Erdianto di Pekanbaru, Rabu (5/7/2017).

Dia menilai, SMS HT ke Jaksa Yulianto merupakan bentuk kritikan terhadap oknum penegak hukum yang sewenang-wenang. Dimana dalam pesan singkat tersebut, jika HT penjadi pemimpin di Indonesia akan membenahi penegakan Indonesia dan menindak oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power.

"Kalau saya lihat di pesan singkat itu, dimana letak salahnya. Kalau dia (jaksa itu) merasa kritikan Hary Tanoe itu memang benar mengapa harus takut kenapa ini disebut sebuah ancaman. Beda jika kalimatnya SMS jika bunyinya misalnya jika tidak melakukan itu nyawamu terancam. Itu baru disebut ancaman dan masuk ranah pidana KUHAP," tegasnya.

Erdianto mencontohkan, jika seorang dosen mencurigai mahasiswanya yang mencontek saat ujian dan akan diberikan sanksi. "Kalau kamu (mahasiwa) tidak mencontek silakan buktikan. Apakah masuk pengancaman, tentu tidak. Ini hampir sama dengan apa yang terjadi terhadap kasus Hary Tanoe. Dimana Pak HT menyebut jika saya menjadi pemimpin di negeri akan akan menertibkanya. Ini sah-sah saja, ini sebuah cita-cita dan siapa saja biasa mengucapkan seperti itu," ucap dosen pasca sarjana Universitas Riau ini. (sn) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Pengamat Hukum: Jika Kritikan Dipidanakan, Hukum Indonesia Berbahaya
Pengamat Hukum: Jika Kritikan Dipidanakan, Hukum Indonesia Berbahaya
Pakar Hukum Pidana Universitas Riau DR Erdianto Efendi, SH MH menyatakan jika sebuah kritikan dianggap sebagai bentuk tindak pidana, maka negeri ini dalam kondisi bahaya. Hal ini diungkapkan Erdianto terkait kasus Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang mengkrik seorang oknum jaksa agar tidak semena-mena dalam penegakan hukum.
https://2.bp.blogspot.com/-02oHgeh6QP4/WVzznuNm0MI/AAAAAAAAALY/AR03VPlj0u8m5DzstAm0vUbDUyyhKd4RwCLcBGAs/s640/pengamat-hukum-jika-kritikan-dipidanakan-hukum-indonesia-berbahaya-VEx.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-02oHgeh6QP4/WVzznuNm0MI/AAAAAAAAALY/AR03VPlj0u8m5DzstAm0vUbDUyyhKd4RwCLcBGAs/s72-c/pengamat-hukum-jika-kritikan-dipidanakan-hukum-indonesia-berbahaya-VEx.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/pengamat-hukum-jika-kritikan.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/pengamat-hukum-jika-kritikan.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy