Pansus KPK Panggil Pakar Hukum, Saksi Bandel Bakal Dijemput Paksa


NUSANEWS, JAKARTA - Strategi DPR ''menyerang'' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki babak baru. Hari ini (10/7) Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK bakal menghadirkan beberapa pakar hukum untuk dimintai masukan sebagai bahan evaluasi terhadap KPK.
Yang pertama diundang adalah Yusril Ihza Mahendra, pakar hukum tata negara. ''Saya telah menerima surat resmi dari DPR RI yang mengundang saya untuk hadir dalam rapat dengan pansus angket,'' terang Yusril saat dihubungi Jawa Pos kemarin (9/7).

Yusril mendapat giliran pertama sebelum pansus mengundang pakar yang lain. Dia menyatakan akan hadir memenuhi undangan pansus pada hari ini pukul 14.00 Sesuai dengan yang tertera dalam undangan, dia dimintai masukan sebagai pakar hukum tata negara.

Sejumlah aktivis membentangkan spanduk berisi penolakan atas angket KPK. (DERY RIDWANSYAH/JAWA POS)


Rencananya, Yusril menerangkan keberadaan hak angket dalam hukum tata negara dan apakah DPR bisa menggunakan hak angket untuk melakukan penyelidikan terhadap KPK.

Dia juga diminta menjelaskan kedudukan KPK dalam sistem ketatanegaraan. Selain itu, Yusril akan menerangkan sejarah penyusunan UU KPK. ''Pada 2002, saya mewakili pemerintah ikut membahas RUU KPK dengan DPR sampai selesai,'' terang ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Yusril bakal menerangkan topik tersebut berdasar ilmu dan pengalamannya sesuai dengan prinsip-prinsip akademisi. Dia menegaskan tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung pansus. ''Juga tidak berada dalam posisi untuk memperkuat atau melemahkan KPK,'' tegasnya.

Menurut dia, dirinya akan menjelaskan segala hal yang diminta untuk diterangkan secara akademis. Yusril akan berupaya maksimal untuk tidak melibatkan diri dalam perdebatan politik dan kepentingan politik pihak mana pun. Keterangan yang akan dia sampaikan hari ini merupakan penjelasan akademis sehingga terbuka untuk didengar dan didebat siapa saja.

Mantan menteri kehakiman dan HAM itu menyatakan akan menghormati pandangan akademis yang berbeda. Jika ada pendapat akademisi lain yang lebih kuat, baik bukti maupun argumentasinya, jika dibandingkan dengan pandangannya, Yusril berjanji meninggalkan pendapatnya dan mengikuti pendapat yang argumentasinya lebih kuat tersebut.

Di sisi lain, dukungan kepada KPK yang tengah ''diserang'' Pansus Hak Angket terus berdatangan. Anggota Koalisi Tolak Hak Angket (Kotak) Kurnia Ramadhana menegaskan, dukungan masyarakat terhadap KPK masih sangat besar. Begitu pula tingkat kepercayaan terhadap pemberantasan korupsi.

''Jadi, KPK jangan sampai gentar,'' ujarnya di depan gedung KPK kemarin.

Sampai saat ini, masyarakat antikorupsi tetap tidak setuju dengan langkah-langkah Pansus Hak Angket KPK. Sebab, dikhawatirkan, upaya itu hanya menjadi pintu masuk bagi DPR untuk merevisi UU KPK. ''Soal mereka (Pansus Hak Angket) mengunjungi napi di Lapas Sukamiskin, kami tidak mengerti. Sebab, dari pengertian napi saja adalah orang yang terbukti melakukan kejahatan,'' ungkapnya.

Pada bagian lain, KPK diminta bertindak tegas terhadap saksi dari unsur politikus yang mangkir dalam pemeriksaan kasus korupsi e-KTP. Setidaknya, menggunakan opsi jemput paksa sesuai dengan aturan hukum acara pidana. ''Sesuai aturannya kan begitu,'' ujar Bibit Samad Rianto, mantan pimpinan KPK, saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, aturan pemanggilan paksa secara jelas diatur dalam undang-undang sehingga KPK tidak perlu ragu menggunakan opsi tersebut. Apalagi, setiap pemanggilan paksa akan di-back up kepolisian. ''Yang jelas, kalau dipanggil dua kali tidak datang, yang ketiga bisa dipanggil paksa. Begitu juga di kepolisian,'' paparnya.

Aktivis ICW Tibiko Zabar menambahkan, secara umum, publik menilai Pansus Angket KPK hanya mengganggu pengusutan perkara korupsi, terutama e-KTP. Karena itu, KPK harus tetap berfokus mempercepat penanganan kasus tersebut. ''KPK bisa disibukkan dengan hal-hal semacam ini (angket), pemanggilan segala macam,'' ujarnya. (jpg) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Pansus KPK Panggil Pakar Hukum, Saksi Bandel Bakal Dijemput Paksa
Pansus KPK Panggil Pakar Hukum, Saksi Bandel Bakal Dijemput Paksa
Strategi DPR ''menyerang'' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki babak baru. Hari ini (10/7) Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK bakal menghadirkan beberapa pakar hukum untuk dimintai masukan sebagai bahan evaluasi terhadap KPK. Yang pertama diundang adalah Yusril Ihza Mahendra, pakar hukum tata negara. ''Saya telah menerima surat resmi dari DPR RI yang mengundang saya untuk hadir dalam rapat dengan pansus angket,'' terang Yusril saat dihubungi Jawa Pos kemarin (9/7).
https://4.bp.blogspot.com/-auavleofv0U/WWLn_GrDZjI/AAAAAAAAAs8/R16caUma0rkkFdrq7AbQJDtegQ6n1yRPACLcBGAs/s640/pansus-kpk-panggil-pakar-hukum-saksi-bandel-bakal-dijemput-paksa_m_143177.jpeg
https://4.bp.blogspot.com/-auavleofv0U/WWLn_GrDZjI/AAAAAAAAAs8/R16caUma0rkkFdrq7AbQJDtegQ6n1yRPACLcBGAs/s72-c/pansus-kpk-panggil-pakar-hukum-saksi-bandel-bakal-dijemput-paksa_m_143177.jpeg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/pansus-kpk-panggil-pakar-hukum-saksi.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/pansus-kpk-panggil-pakar-hukum-saksi.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy