KSPI: 92% Masyarakat Tolak Perppu Ormas, Ini Tanda Pemerintah Tak Siap Berdemokrasi


NUSANEWS, JAKARTA -  Hasil polling Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengenai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang organisasi masyarakat menunjukkan 92 persen responden menolak Perppu tersebut.

Kemudian polling yang dilakukan melalui akun twitter KSPI ini menunjukkan hanya 6 persen yang menerima, sedangkan 2 persennya menjawab tidak tahu.

“Polling ini diikuti 12.977 responden. Terkait hasil polling ini, KSPI semakin yakin untuk menolak keberadaan Perppu Ormas ini,” kata Presiden KSPI Said Iqbal yang diterima Aktual.com, Senin (17/7)

Menurut Said Iqbal, semua isu yang diperjuangkan serikat buruh adalah isu yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat umum. Seperti isu upah layak, terkait dengan daya beli masyarakat. Isu jaminan pensiun dan jaminan kesehatan, terkait dengan perlindungan sosial untuk rakyat. Sedangkan isu oursourcing, terkait erat dengan masa depan orang muda di Indonesia dalam mendapatkan kepastian kerja.

“Dengan demikian, perjuangan serikat buruh selalu akan beririsan dengan kebijakan pemerintah,” kata Said Iqbal.

Maka tidak menutup kemungkinan, pemerintah tidak suka dengan perjuangan serikat buruh. Sehingga dengan Perppu tersebut, memungkin bagi Menkumham dan Mendagri untuk membubarkan serikat buruh tanpa proses pengadilan.

Dengan kata lain, pemerintah dapat mengintervensi kebebasan dan berserikat bagi para buruh dan masyarakat sipil.

Menurut pengurus pusat (Governing Body) ILO itu, Perppu Ormas mengancam demokrasi. Terutama mengancam kebebasan berserikat, serta menebarkan rasa takut bagi para buruh yang ingin memperjuangkan isu-isu buruh. Terlebih lagi, dalam Perppu tersebut, dijelaskan bahwa selain pembubaran organisasi, para anggota dapat dikenakan sanksi pidana seumur hidup atau 5 – 20 tahun hanya karena pemerintah secara sepihak dan arogan menyatakan organisasi buruh membahayakan kepentingan pemerintah.

KSPI menilai terbitnya Perppu Ormas mencerminkan kepanikan pemerintah yang tidak siap berdemokrasi secara sehat. Hal ini diperparah dengan sikap Pemerintah yang menghapus aplikasi telegram.

Bagi KSPI, yang dibutuhkan oleh buruh dan rakyat Indonesia sekarang ini adalah bukan Perppu Ormas, tetapi memperbaiki kesejahteraan rakyat dan kaum buruh.

“Bukan malah menghancurkan daya beli masyarakat melalui kebijakan upah minimum industri padat karya lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan pemerintah sendiri,”  pungkas dia. (akt) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1673,Daerah,946,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6634,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,999,Jabodetabek,5769,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8474,Pilkada,741,Politik,14215,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: KSPI: 92% Masyarakat Tolak Perppu Ormas, Ini Tanda Pemerintah Tak Siap Berdemokrasi
KSPI: 92% Masyarakat Tolak Perppu Ormas, Ini Tanda Pemerintah Tak Siap Berdemokrasi
Hasil polling Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengenai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang organisasi masyarakat menunjukkan 92 persen responden menolak Perppu tersebut.
https://2.bp.blogspot.com/-2-VyzaeBF-g/WWzIgh7FivI/AAAAAAAABwk/2fHEnFz4sUQS7I-5pXEfPZTUvMW_wtSuwCLcBGAs/s640/Said-Iqbal.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-2-VyzaeBF-g/WWzIgh7FivI/AAAAAAAABwk/2fHEnFz4sUQS7I-5pXEfPZTUvMW_wtSuwCLcBGAs/s72-c/Said-Iqbal.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/kspi-92-masyarakat-tolak-perppu-ormas.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/kspi-92-masyarakat-tolak-perppu-ormas.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy