Jokowi Minta Kasus Novel Dituntaskan, Kapolri: Ada Kendala


NUSANEWS, JAKARTA - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar segera menuntaskan penyelidikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kendati demikian, Tito menyatakan, kepolisian mengalami sejumlah kendala di lapangan dalam melakukan penyelidikan sehingga penyelidikan kasus ini belum juga tuntas.

"Saya baru saja dipanggil oleh Bapak Presiden untuk menjelaskan perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap saudara Novel Baswedan. Beliau memerintahkan agar dituntaskan sesegera mungkin. Itu perintah beliau," kata Tito saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7).

Tito mengatakan kepolisian sudah menerangkan kepada Presiden terkait langkah-langkah yang dilakukan untuk mengungkap kasus ini. Prinsipnya, dia menambahkan, kepolisian juga ingin kasus ini segera terungkap. "Tapi kadang-kadang ada kendala-kendala di lapangan," ujar dia.

Hingga Senin hari ini, dia menyebutkan, kepolisian telah meminta keterangan dari 59 saksi. Dari puluhan saksi tersebut, lima orang telah diamankan.

Kendati demikian, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendalam, kepolisian tak menemukan keterkaitan antara kelima orang tersebut dan peristiwa penganiayaan. "Kita tidak mendapatkan hubungan antara kelima yang kita amankan dengan peristiwa penganiayaan," kata Tito.

Presiden Joko Widodo (jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Istana Kepresidenan sore ini membahas kasus dugaan penyerangan terhadap penyelidik KPK, Novel Baswedan. Kepada Presiden, Kapolri pun menyampaikan sejumlah perkembangan penyelidikan yang telah berjalan selama ini.

Namun, ia menyebut saat ini kepolisian telah menemukan saksi yang cukup penting dalam kasus ini karena mengaku melihat sosok yang mencurigakan sekitar lima menit sebelum peristiwa penyerangan. Dari saksi tersebut, dia menyatakan, kepolisian mencurigai salah satu orang yang diduga merupakan pengendara sepeda motor penyerang.

"(Saksi) Dia melihat kira-kira yang itu sosoknya mencurigakan yang diduga dia adalah pengendara sepeda motor penyerang," kata Tito.

Lebih dari tiga bulan penyiraman, kepolisian belum berhasil mengungkap kasus ini. Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai shalat subuh pada 11 April 2017 pukul 05.10 WIB. Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

Hingga bulan lalu, kepolisian sempat mengamankan empat orang yang dicurigai terlibat kekerasan terhadap Novel di antaranya berinisial M, H, AL, dan N. Namun polisi melepaskan mereka karena tidak cukup bukti terlibat aksi teror kepada penyidik senior KPK tersebut.

Pada Juni lalu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyidik Polda Metro Jaya menyatakan telah memeriksa 56 saksi termasuk E dan tetangga Novel di kediamannya. E diduga melihat pelaku di depan rumah Novel.  (rol) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Jokowi Minta Kasus Novel Dituntaskan, Kapolri: Ada Kendala
Jokowi Minta Kasus Novel Dituntaskan, Kapolri: Ada Kendala
Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar segera menuntaskan penyelidikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kendati demikian, Tito menyatakan, kepolisian mengalami sejumlah kendala di lapangan dalam melakukan penyelidikan sehingga penyelidikan kasus ini belum juga tuntas.
https://2.bp.blogspot.com/-rT-07VoqWPE/WX9DkrqvoyI/AAAAAAAB1uM/XIZNxZa4NUEfKtqGN-sy8qPrEF3wIkdZACLcBGAs/s640/kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian-menunjukkan-sketsa-wajah-terduga-_170731174600-543.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-rT-07VoqWPE/WX9DkrqvoyI/AAAAAAAB1uM/XIZNxZa4NUEfKtqGN-sy8qPrEF3wIkdZACLcBGAs/s72-c/kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian-menunjukkan-sketsa-wajah-terduga-_170731174600-543.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/jokowi-minta-kasus-novel-dituntaskan.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/jokowi-minta-kasus-novel-dituntaskan.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy