Jaksa dakwa Miryam karena berikan keterangan palsu


NUSANEWS, JAKARTA -  Politisi Partai Hanura Miryam S Haryani didakwa karena telah memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi dalam sidang tindak pidana korupsi proyek pengadaan paket penerapan e-KTP atas terdakwa Irman dan Sugiharto.

Menurut jaksa KPK, sebelum memberikan keterangan pada 23 dan 30 Maret 2017, Miryam telah disumpah sesuai agamanya akan memberikan keterangan yang benar.

Selain itu, ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-butar juga telah mengajukan pertanyaan terkait berita acara pemeriksaan (BAP) di KPK tertanggal 1, 7 dan 14 Desember 2016 serta 24 Januari 2017 yang diparaf dan ditandatangani langsung oleh Miryam.

Namun, mantan anggota Komisi II itu saat bersaksi di pengadilan mengatakan isi BAP tidak benar dan mencabut semua keterangan yang pernah diberikan dalam BAP tersebut.

Hal tersebut dilakukannya karena mengaku mendapatkan tekanan dan ancaman dari tiga penyidik KPK yang memeriksanya.

Hakim sebelumnya sudah mengingatkan agar Miryam memberikan keterangan yang benar karena bersumpah atas nama agamanya. Bahkan hakim juga menilai keterangan terdakwa dalam BAP sangat runut, sistematis dan tidak mungkin bisa mengarang keterangan yang seperti itu, sehingga bila ingin mencabut keterangan harus dengan alasan yang logis.

"Meskipun sudah diperingatkan oleh hakim, namun terdakwa tetap menerangkan bahwa dirinya telah ditekan dan diancam penyidik KPK," ujar jaksa KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (13/07/2017). "Sehingga hakim memerintahkan penuntut umum agar pada sidang berikutnya menghadirkan tiga orang penyidik yang pernah memeriksa terdakwa sebagai saksi verbalisan yang akan dikonfrontir keterangannya dengan terdakwa."

Terkait tekanan dan ancaman dari tiga penyidik, Novel Baswedan, M I Susanto dan A Damanik, jaksa KPK telah menghadirkan mereka sebagai saksi verbalisan.

Dalam persidangan ketiga, penyidik juga telah diambil sumpahnya. Dan dari keterangan tiga penyidik itu mereka mengatakan bahwa saat memeriksa terdakwa tidak pernah melakukan penekanan dan pengancaman di setiap pemeriksaannya.

Selain itu, Miryam juga diberikan hak untuk membaca, memeriksa dan mengoreksi keterangannya pada setiap akhir pemeriksaan sebelum kemudian diparaf dan ditandatangani sendiri olehnya.

"Rekaman video pemeriksaan juga menunjukkan tidak adanya tekanan dan ancaman tersebut," ujarnya.

Selain itu, bantahan dari terdakwa yang mengatakan ia tidak menerima uang dari Sugiharto juga bertentangan dengan keterangan Sugiharto.

"Keterangan terdakwa (Miryam) yang membantah penerimaan uang dari Sugiharto‎ juga bertentangan dengan keterangan Sugiharto yang menerangkan telah memberikan sejumlah uang kepada terdakwa," kata Jaksa.

Dalam surat dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto, Miryam disebut turut kecipratan dana panas proyek e-KTP sebesar US$ 23 ribu. Miryam juga disebut sebagai perantara ke sejumlah anggota DPR yang dibagi dalam beberapa tahapan.

"Terdakwa ‎telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut," ujar Jaksa

"Terhadap keterangan terdakwa yang tidak benar tersebut, penuntut umum mengajukan permintaan kepada hakim agar terdakwa ditetapkan sebagai pelaku pemberian keterangan palsu atau keterangan tidak benar," kata jaksa.

Atas perbuatan tersebut, Miryam disangkakan telah melanggar‎ Pasal 22 Juncto Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (rn) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Jaksa dakwa Miryam karena berikan keterangan palsu
Jaksa dakwa Miryam karena berikan keterangan palsu
Politisi Partai Hanura Miryam S Haryani didakwa karena telah memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi dalam sidang tindak pidana korupsi proyek pengadaan paket penerapan e-KTP atas terdakwa Irman dan Sugiharto.
https://1.bp.blogspot.com/-A8zrUQwVbd4/WWsAXkUz4MI/AAAAAAAABkg/Dj5beWtRM28hZBEwaO7xzEeBDFqVUlicwCLcBGAs/s640/Miryam.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-A8zrUQwVbd4/WWsAXkUz4MI/AAAAAAAABkg/Dj5beWtRM28hZBEwaO7xzEeBDFqVUlicwCLcBGAs/s72-c/Miryam.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/jaksa-dakwa-miryam-karena-berikan.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/jaksa-dakwa-miryam-karena-berikan.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy