Jadi Menkeu, Darmin Nasution Laporkan Soal APBNP 2016 ke DPR


NUSANEWS, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ini menjadi Menteri Keuangan ad interm atau sementara lantaran Sri Mulyani Indrawati melakukan kunjungan kerja menghadiri pertuman G20 di Hamburg, Jerman.

Dalam kesempatannya menjadi Menteri Keuangan ad interm ini, Darmin menyampaikan pokok-pokok rancangan undang-undang (RUU) tentang pertanggungjawaban atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2016 pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Pengajuan RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2016 dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan konstitusional, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 dan ketentuan UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, serta UU 14 Tahun 2015 tentang APBN TA 2016 sebagaimana telah diubah dengan UU 12 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 14 Tahun 2015 tentang APBN TA 2016," kata Darmin di Ruang Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Dalam laporannya, Darmin mengatakan, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pemerintah mendapat predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Opini ini menjadi yang pertama kali dicapai pemerintah selama 12 tahun semenjak LKPP disusun dan diaudit oleh BPK.

Selanjutnya, Darmin juga melaporkan realisasi APBN 2016, pendapatan negara sebesar Rp 1.555,9 triliun atau 87,1% dari APBNP 2016. Meski tidak sesuai rencana, realisasi pendapatan tersebut meningkat Rp 47,9 triliun atau 3,2% dibanding realisasi 2015. Realisasi pendapatan negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.284,9 triliun, PNBP Rp 261,9 triliun, dan penerimaan hibah Rp 8,9 triliun.

Realisasi belanja negara Rp 1.864,3 triliun atau 89,5% dari target. Realisasi tersebut meningkat Rp 57,8 triliun atau 3,2% dibandingkan realisasi di 2015. Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.154,0 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 710,3 triliun. Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja negara, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 308,3 triliun.

"Realisasi pembiayaan neto, untuk menutup defisit anggaran adalah sebesar Rp 334,5 triliun, dengan demikian terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp 26,2 triliun," tambah dia.

Lalu, dalam Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) dapat dsampaikan bahwa saldo anggaran lebih (SAL) setelah penyesuaian sebesar Rp 19,0 triliun, SiLPA selama 2016 Rp 26,2 triliun. Di samping itu, terdapat penyesuaian SAL minus Rp 2,2 triliun, sehingga saldo akhir SAL 2016 Rp 113,2 triliun.

Selanjutnya, posisi keuangan pemerintah yang ditunjukkan dalam neraca per 31 Desember 2016 terdiri dari aset sebesar Rp 5.456,9 triliun, kewajiban sebesar Rp 3.889,9 triliun, dan ekuitas sebesar Rp 1.566,9 triliun. Aset pemerintah tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp 304,6 triliun dan aset non lancar sebesar Rp 5.152,3 triliun. Sementera itu, kewajiban pemerintah terdiri atas kewajiban jangka pendek sebesar Rp 387,4 triliun dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp 3.502,5 triliun.

Dalam laporan operasional dapat disampaikan bahwa pendapatan operasional di 2016 adalah sebesar Rp 1.664,7 triliun dan beban operasional sebesar Rp 1.872,3 triliun, sehingga terdapat defisit dari kegiatan operasional sebesar Rp 207,6 triliun. Setelah dijumlahkan dengan surplus dari kegiatan non operasional sebesar Rp 67,9 triliun, maka terdapat defisit laporan operasional di 2016 sebesar Rp 139,7 triliun.

Sementara itu. Laporan arus kas tahun 2016 memberikan informasi mengenai arus penerimaan dan pengeluaran kas negara, arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar minus Rp 139,0 triliun, arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar minus Rp 258,2 triliun, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 423,3 triliun, dan arus kas bersih dari aktivitas transitoris sebesar minus Rp 18,9 triliun. Arus kas bersih dari aktivitas investasi yang bernilai negatif tersebut mencerminkan adanya upaya pemerintah untuk melakukan investasi terutama untuk mendukung berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

Dalam Laporan Perubahan Ekuitas dapat kami sampaikan bahwa Ekuitas Awal Setelah Penyesuaian Tahun Anggaran 2016 adalah sebesar Rp 1.668,3 triliun. Setelah memperhitungkan Defisit Laporan Operasional Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 139,7 triliun, Koreksi-Koreksi yang Langsung Menambah/Mengurangi Ekuitas sebesar Rp 37,1 triliun. Transaksi Antar Entitas sebesar minus Rp 72,4 miliar, Reklasilikasi Kewaiiban ke Ekuitas sebesar Rpm triliun. maka terdapat Ekuitas Akhir Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 1.566,9 triliun.

"Pemerintah mengharapkan agar kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, dapat terus ditingkatkan sehingga tugas kenegaraan yang diamanatkan kepada DPR dan pemerintah dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan," tukas Darmin. (dtk) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Jadi Menkeu, Darmin Nasution Laporkan Soal APBNP 2016 ke DPR
Jadi Menkeu, Darmin Nasution Laporkan Soal APBNP 2016 ke DPR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ini menjadi Menteri Keuangan ad interm atau sementara lantaran Sri Mulyani Indrawati melakukan kunjungan kerja menghadiri pertuman G20 di Hamburg, Jerman.
https://2.bp.blogspot.com/-zMlhp3HlwzA/WV6Kmg8kjrI/AAAAAAAB0NQ/3fYW06aUpxsRei6n7wYHL83looYTqEd0wCLcBGAs/s640/80571_darmin_nasution_dan_sri_mulyani_663_382.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-zMlhp3HlwzA/WV6Kmg8kjrI/AAAAAAAB0NQ/3fYW06aUpxsRei6n7wYHL83looYTqEd0wCLcBGAs/s72-c/80571_darmin_nasution_dan_sri_mulyani_663_382.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/jadi-menkeu-darmin-nasution-laporkan.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/jadi-menkeu-darmin-nasution-laporkan.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy