Indef: Inkonsisitensi Pemerintah, Cabut Subsidi Listrik dan Naikkan Lagi Rp7 Triliun


NUSANEWS, JAKARTA - Pada APBN 2017, pemerintah memang mencabut subidi listrik kapasitas 900 volt ampere (VA), sehingga tarif dasar listrik (TDL) naik sejak awal bulan ini.

Namun kemudian, terkesan politis, pemerintah pun menggelontorkan subsidi listrik sebanyak Rp7 triliun di APBN Perubahan 2017 ini. Pola pikir pemerintah ini dianggap aneh dan tak konsisten.

“Sejak awal tahun, klaim pemerintah (anggaran) bengkak karena belanja Asian Games. Tapi lucunya belanja subsidi untuk energi dinaikkan, padahal sebelumnya dicabut karena katanya membebani. Ini ada apa? Jangan-jangan pemerintah ada kepentingan lain,” cetus ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, di Jakarta, Rabu (12/7).

Bhima melihat memang, kepentingan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) di APBNP itu terkesan politis, karena sudah akhir 2017.

“Jadi ini diam-diam. Memang masih oke adanya subsidi listrik. Tapi saya tidak dapat logikanya. Ini ada apa nih? Padahal kalau ngomongnya Jokowi justru subsidi energi ingin dialihkan ke subsidi non energi. Ini bentuk inkonsistensi pemerintah,” ujar dia.

Apalagi kemudian, kata dia, ketika harga minyak mentah duni masih belum terlalu rebound, harga minyak dunia (ICP) justru dinaikkan.

“Tak masalah memang kalau subsidi listrik itu ditambah. Tapi kan belakangan mengeluh beban tinggi, makanya subsidi 900 VA dicabut. Tapi kok ada Rp7 triliun lagi di APBNP,” kata dia.

“Jadi saya kacamatanya ini jadi politis. Makanya saya sebut APBNP 2017 pemerintahan Jokowi itu adanya politisasi anggaran atau anggaran yang dipolitisasi,” paparnya.

Bhima menyebut, sebaiknya pemerintah hati-hati dalam melaksanakan kebijakannya. Apalagi dalam kebijakan pencabutan subsidi listrik, dampaknya sangat mengganggu ke perekonomian nasional.

Tapi tetap penyabab paling tinggi dari daya beli adalah pencabutan subsidi listrik. Sejak Januari-Mei itu sangat terasa sekali dampaknya ke menggerus daya beli.

“Karena dampak terbesar dari pencabutan subsidi listrik adalah menggerus daya beli masyarakat yang akan terjadi sampai akhir tahun. Sekalipun dicabutnya hingga Mei saja,” kata dia.

Makanya, yang harus dipikirkan pemerintah, kata dia, ketika menyesuaikan tarif energi itu punya sensitivitas jangka panjang bukan hanya kepada konsumsi masyarakat tapi juga ke industri UKM.

“Bagi para UKM, setelah subsidi dicabut maka tarif listriknya jadi naik dan ongkos produksinya semakin mahal. Sudah pasti harga jualnya akan naik, sementara yang beli itu tak ada, karena daya beli anjlok,” jelasnya.

Untuk itu, pemerintah diminta harus hati-hati dan berpikir ulang ketika mau menaikkan tarif komponen energi. “Makanya jadi ngerih kan (kalau harga naik). Apalagi jika kemudian LPG juga jadi dinaikkan, atau subsidinya dicabut bakal lebih sengsara lagi masyarakat,” tegas Bhima. (akt) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Indef: Inkonsisitensi Pemerintah, Cabut Subsidi Listrik dan Naikkan Lagi Rp7 Triliun
Indef: Inkonsisitensi Pemerintah, Cabut Subsidi Listrik dan Naikkan Lagi Rp7 Triliun
Pada APBN 2017, pemerintah memang mencabut subidi listrik kapasitas 900 volt ampere (VA), sehingga tarif dasar listrik (TDL) naik sejak awal bulan ini.
https://1.bp.blogspot.com/-rYIISEMJCHc/WWWsR1DqLtI/AAAAAAAAA_M/oqEnI2N6e9Uzw8gh8xQjAvlC2uMiItGjgCLcBGAs/s640/Inflasi-listrik-5-7-2017-78-681x452.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rYIISEMJCHc/WWWsR1DqLtI/AAAAAAAAA_M/oqEnI2N6e9Uzw8gh8xQjAvlC2uMiItGjgCLcBGAs/s72-c/Inflasi-listrik-5-7-2017-78-681x452.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/indef-inkonsisitensi-pemerintah-cabut.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/indef-inkonsisitensi-pemerintah-cabut.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy