Gerbong Prabowo Tumbang?


NUSANEWS, JAKARTA -  Aroma pertarungan Jokowi versus Prabowo Subianto akan terasa di Sidang Paripurna DPR hari ini. Partai pendukung kedua tokoh ini akan bertarung soal RUU Pemilu. Ada lima paket yang akan ditawarkan. Di atas kertas, parpol blok pemerintah di atas angin. Apa blok Prabowo akan tumbang? Kita lihat saja nanti.

Hari ini adalah deadline pengesahan RUU Pemilu sebagai aturan main untuk Pemilu Serentak 2019. Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pemilu Serentak Nasional, maka Pemilu Legislatif akan dilakukan bersamaan dengan Pemilu Presiden.

Meski sudah diputus kapan Pemilu Serentak 2019 digelar yakni April 2019, pembahasan RUU Pemilu sebagai pondasi hukum gelaran pesta rakyat ini belum juga rampung. Bahkan, dua kali meleset dari target. Katanya bakal rampung 28 April lalu, diundur menjadi 18 Mei dan deadline terakhir hari ini. Alotnya RUU Pemilu tidak lepas dari silang pendapat partai pendukung pemerintah atau bisa disebut blok Jokowi, dengan blok oposisi dalam hal ini Prabowo Subianto sebagai ketum Partai Gerindra. Bak air dan api keduanya berbeda pilihan politik.

Ada lima isu yang perlu diparipurnakan DPR hari ini. Yaitu ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), ambang batas parlemen, alokasi kursi per dapil, sistem Pemilu dan metode konversi suara. Nah, yang paling mencolok adalah pro kontra ambang batas atau presidential threshold (PT) Pilpres. Pemerintah keukeuh PT 20 persen, seusai dengan aturan Pilpres 2009, di mana Jokowi tampil menjadi pemenang setelah head to head dengan Prabowo.

Gayung bersambut, mayoritas partai pendukung Jokowi di DPR mendukung PT 20 persen. Mereka adalah PDIP (109 suara), Golkar (91 suara), Nasdem (35 suara), PPP (39 suara) dan Hanura (16 suara). Di atas kertas pemerintah menang. Jika di total hasilnya 290 kursi DPR. Keunggulan di atas kertas ini sudah dihitung politisi PDIP di DPR, Eva Kusuma Sundari. Dia yakin PT 20 persen akan menang hari ini. "Kalau hitungan di atas kertas, 20 persen harusnya menang," kata Eva saat diskusi RUU Pemilu di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, kemarin. "Mudah-mudahan nggak ada yang bolos. Itu bisa menang yang 20 persen," tambahnya.

Sebenarnya, masih ada dua partai pendukung pemerintah yang belum dihitung : PAN (49 suara) dan PKB (47 suara). Belakangan, PAN bersikap bertentangan dengan maunya pemerintah. PAN senada dengan oposisi, menghendaki PT dihapus alias nol persen. Ketum PAN sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap paripuna dapat mengesahkan RUU Pemilu tanpa voting. Zul mengaku telah mengajak seluruh pimpinan partai politik untuk mengedepankan musyawarah daripada voting.

"Masalah PT itu 20 persen. Kalau bisa dirundingkan, dimusyawarahkan, saya kira itu jalan bagus. Kalau itu (PT) hasil musyawarah, kami (PAN) apa saja ikut," ujar Zul di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin. Menurut dia, dengan mengedepankan musyawarah mufakat akan memberi efek positif bagi semua pihak yang membahas yakni pemerintah dan seluruh partai politik di DPR. PAN juga mewajibkan seluruh anggota fraksinya untuk menghadiri rapat tersebut dan akan memberi sanksi kepada yang tak hadir. "Ya harus hadir. Saya meminta semalam rapat fraksi untuk mengupayakan musyawarah mufakat," pungkasnya.

Sementara PKB, sikapnya beda-beda tipis dengan PAN. Ketum PKB Muhaimin Iskandar berharap paripurna hari ini diputuskan melalui musyawarah mufakat, tanpa harus voting. "Saya optimistis kompromi. Apalagi PKB dalam posisi menjembatani kepentingan fraksi-fraksi di DPR. Yang dimaui pemerintah dan yang dimaui fraksi-fraksi kita mencoba menjembatani di situ," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (18/7). Namun, dia juga mengatakan keterbukaan partainya untuk menerima usulan pemerintah PT 20 persen. "Kita terbuka 20-25, tergantung komunikasi. Siapa tahu nggak pakai voting nanti. Begini, kalau mau 20, temen-temen yang nolak 20 bisa nggak dikompromi yang satunya lagi misal metode perhitungan jumlah kursi," pungkasnya.

Bagaimana dengan blok Prabowo? Bisa dibilang sepi peminat. Usulan nol persen PT hanya dianut tiga partai yakni Gerindra (73 suara), Demokrat (61 suara) dan PKS (40 suara). Jika ditotal ada 174 suara. Sekalipun ditambah PKB dan PAN, jumlahnya menjadi 270 suara. Masih kalah dengan partai pro Jokowi dengan 290 suara.

Tapi meski di atas kertas kalah, partai oposisi tetap bersemangat. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani memberi arahan khusus kepada seluruh anggotanya di DPR datang hari ini. "Nggak boleh ada yang keluar Jakarta, semuanya 72 (jumlah anggota gerindra)," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (18/7). Pihaknya yakin keserentakan Pemilu 2019 berarti juga menghapus angka PT yang mengacu pada Pemilu 2014. "Kita ingin PT nol persen. Setiap parpol peserta Pemilu boleh mencalonkan presiden dan wapres sebagaimana Pasal 6A UUD 1945. Kita ingin agar proses demokrasi yang merupakan puncak proses demokrasi dilaksanakan berdasarkan undang-undang dan UUD," jelasnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman menyatakan PT nol persen bakal dipilih jika pengambilan keputusan dilakukan melalui voting tertutup. Sebab, banyak kelompok yang selama ini diam menghendaki angka ambang batas pencalonan presiden nol persen.

Pembahasan RUU Pemilu di tingkat Pansus Pemilu memang sudah selesai. Ada tiga hasil yang disepakati antara pemerintah dan DPR. Salah satunya membawa 5 paket isu krusial RUU Pemilu ke paripurna hari ini.

"Seluruh fraksi dan pemerintah menyepakati agar lima paket opsi isu krusial dibawa ke dalam rapat paripurna untuk diambil keputusan," kata Ketua Pansus Pemilu Lukman Edy.

Kelima paket tersebut yakni Paket A, isinya Presidential threshold 20-25 persen, Parliamentary threshold 4 persen, Sistem Pemilu terbuka, Dapil magnitude DPR 3-10 dan Metode konversi suara sainte-lague murni.

Kemudian Paket B, isinya Presidential threshold nol persen, Parliamentary threshold 4 persen, Sistem Pemilu terbuka, Dapil magnitude DPR: 3-10 dan Metode konversi suara kuota hare. Selanjutnya Paket C, isinya Presidential threshold 10-15 persen, Parliamentary threshold 4 persen, Sistem Pemilu terbuka, Dapil magnitude DPR: 3-10 dan Metode konversi suara kuota hare.

Lalu Paket D, isinya Presidential threshold 10-15 persen, Parliamentary threshold 5 persen, Sistem Pemilu terbuka, Dapil magnitude DPR 3-8 dan Metode konversi suara. sainte-lague murni. Terakhir Paket E, isinya Presidential threshold 20-25 persen, Parliamentary threshold 3,5 persen, Sistem Pemilu terbuka, Dapil magnitude DPR 3-10 dan Metode konversi suara kuota hare. (rm) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Gerbong Prabowo Tumbang?
Gerbong Prabowo Tumbang?
Aroma pertarungan Jokowi versus Prabowo Subianto akan terasa di Sidang Paripurna DPR hari ini. Partai pendukung kedua tokoh ini akan bertarung soal RUU Pemilu. Ada lima paket yang akan ditawarkan. Di atas kertas, parpol blok pemerintah di atas angin. Apa blok Prabowo akan tumbang? Kita lihat saja nanti.
https://4.bp.blogspot.com/-7hqaIFhWnnI/WXAaJ1Tp4DI/AAAAAAAACFE/buRyb4k6Dgs-1o9Be5xpZ5sznKfRr7dsQCLcBGAs/s640/44207_08440420072017_Prabowo-Subianto.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-7hqaIFhWnnI/WXAaJ1Tp4DI/AAAAAAAACFE/buRyb4k6Dgs-1o9Be5xpZ5sznKfRr7dsQCLcBGAs/s72-c/44207_08440420072017_Prabowo-Subianto.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/gerbong-prabowo-tumbang.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/gerbong-prabowo-tumbang.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy