Ekonomi Makin Sulit, Mestinya Sri Mulyani Kasih Insentif Petani Tebu Bukan Dipajaki Dengan PPN


NUSANEWS, JAKARTA -  Ekonom muda Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara tak habis pikir dengan pemikiran pemerintah yang mau memajaki petani tebu dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Kebijakan ini sangat tak masuk akal di saat kondisi perekonomian sedang melambat akibat kinerja pemerintah yang tak becus. Justru semestinya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan insentif agar sektor pertanian mereka berkembang pesat.

“Saya tak habis pikir dengan pemerintah ini. Tentu saja kalau dikenakan PPN 10 persen akan membebani petani. Karena otomatis harganya akan naik, maka bagi pemain besar dibanding mengambil tebu dari petani, lebih baik impor. Itu jelas rugikan petani,” jelas dia, di Jakarta, ditulis Selasa (11/7).

Kondisi itu sudah pasti akan memukul kondisi pertanian tebu dan gula nasional. Padahal, gula itu menjadi salah satu komoditas pangan strategis yang tak dikenakan PPN.

“Dan itu ada aturannya, apalagi ada putusan MK juga. Karena penghasilan UKM (petani) yang tak kena pajak itu omset sampai Rp4,8 miliar (setahun),” ungkap Bhima.

Sehingga kebijakan tersebut sangat tak populis di tengah momentum perekonomian yang sedang tak bagus. Jadi sangat kurang pas ada kebijakan pengenaan PPN kepada petani tebu.

“Karena yang kena nantinya petani dan masyarakat di pedesaan. Dengan tingkat kemiskinan di pedesaan yang sampai 13 persen lebih, kebijakan itu akan menambah kemiskinan baru,” kata dia.

Mestinya, pemerintah peka dengan kondisi para petani. Karena di saat perekonomian melambat, seharusnya mereka layak diberi insentif banyak, bukqn mengenakan PPN 10 persen.

“Jadi kalau pemerintah sedang menyelamatkan anggaran, justru sikap yang bijak adalah menyelamatkan petani,” ucap dia.

Apalagi dalam proyeksi dia, pungutan PPN ke petani tebu tak seignifkan untuk menambah pendapatan negara. Serta dalam pemungutannya juga akan kerepotan, karena ada resistensi dan polemik. Jadi kalau dipaksakan hanya menjadi kebijakan yang serba blunder.

“Memang dii satu sisi pemerintah sedang utak-atik sumber pendapatan negara, dengan intensifikasi PPN dan cukai, tapi jika kebijakan pengenaan pajak tak pada tempatnya, seperti PPN ke petani tebu itu akan membuat gaduh juga. Ini juga tak bagus,” pungkas Bhima. (akt) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Ekonomi Makin Sulit, Mestinya Sri Mulyani Kasih Insentif Petani Tebu Bukan Dipajaki Dengan PPN
Ekonomi Makin Sulit, Mestinya Sri Mulyani Kasih Insentif Petani Tebu Bukan Dipajaki Dengan PPN
Ekonom muda Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara tak habis pikir dengan pemikiran pemerintah yang mau memajaki petani tebu dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.
https://4.bp.blogspot.com/-XylRly3lexU/WWR28c27ORI/AAAAAAAAA38/FSSgm0CuYm4XUimqAUhirnSHVGperWvWQCLcBGAs/s640/HL-19-Juli_Menkeu-Ngotot-Kenakan-PPN-ke-Petani-Tebu-Pengamat-Pajak-ini-Risiko-Besar-Rugikan-Petani.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-XylRly3lexU/WWR28c27ORI/AAAAAAAAA38/FSSgm0CuYm4XUimqAUhirnSHVGperWvWQCLcBGAs/s72-c/HL-19-Juli_Menkeu-Ngotot-Kenakan-PPN-ke-Petani-Tebu-Pengamat-Pajak-ini-Risiko-Besar-Rugikan-Petani.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/ekonomi-makin-sulit-mestinya-sri.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/ekonomi-makin-sulit-mestinya-sri.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy