DPR Tegaskan Jangan Ada Pemotongan Anggaran Pendidikan Agama Islam


NUSANEWS, JAKARTA -  Komisi VIII DPR RI mengkritisi pemangkasan anggaran Pendidikan Agama Islam di Kementerian Agama. Anggaran Pendidikan Islam yang semula Rp 46.9 triliun menjadi Rp 45.5 triliun atau mengalami efisiensi sebesar Rp 1. 389 triliun atau 2,96 persen dari total anggaran Program Pendidikan Islam tahun 2017.

“Penurunan anggaran tersebut dapat berdampak pada pendidikan pembentukan karakter masyarakat Indonesia khususnya umat muslim,” ujar Anggota DPR RI Endang Maria Astuti saat rapat kerja dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7).

Lebih lanjut, dia mengatakan selain berdampak pada pembentukan karakter, pemangkasan tersebut juga berpengaruh pada akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama.

“Bagaimana itu semua dapat terwujud kalau terhambat dengan pemotongan anggaran. Kami akan memperjuangakan ini untuk mencetak anak berkarakter, karena melalui pendidikan agama masyarakat bisa terhindar dari sikap radikal.”

Dia mendesak Menteri Agama untuk segera membayar Tunjangan Profesi Guru bagi Pegawai Negeri Sipil maupun non-PNS. “Pemerintah jangan malah membuat program baru dan mengesampingkan jasa para guru agama ini.”

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, mengatakan penghematan anggaran dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 1,389 triliun. Dana tersebut sepenuhnya dipotong untuk alokasi pada program Pendidikan Agama Islam.

“Dengan demikian, dari total pagu anggaran Rp 56,216 triliun dipotong menjadi Rp 54,827 triliun,” sebut Menag seraya mengatakan pengurangan anggaran ini jelas berpengaruh pada target pada pendidikan Islam. Kendati demikian, dia menjamin bahwa efisiensi ini tidak berdampak pada menurunya layanan pendidikan Islam. (akt) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1673,Daerah,946,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6634,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,999,Jabodetabek,5769,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8474,Pilkada,741,Politik,14215,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: DPR Tegaskan Jangan Ada Pemotongan Anggaran Pendidikan Agama Islam
DPR Tegaskan Jangan Ada Pemotongan Anggaran Pendidikan Agama Islam
Komisi VIII DPR RI mengkritisi pemangkasan anggaran Pendidikan Agama Islam di Kementerian Agama. Anggaran Pendidikan Islam yang semula Rp 46.9 triliun menjadi Rp 45.5 triliun atau mengalami efisiensi sebesar Rp 1. 389 triliun atau 2,96 persen dari total anggaran Program Pendidikan Islam tahun 2017.
https://3.bp.blogspot.com/-QfTIpcvoI_s/WWlhYEsLxCI/AAAAAAAABZw/3dWPVwnOhZswBAQsfSEGqTkkpIOeCcvewCLcBGAs/s640/3.-Anggota-DPR-RI-Endang-Maria-Astuti.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-QfTIpcvoI_s/WWlhYEsLxCI/AAAAAAAABZw/3dWPVwnOhZswBAQsfSEGqTkkpIOeCcvewCLcBGAs/s72-c/3.-Anggota-DPR-RI-Endang-Maria-Astuti.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/dpr-tegaskan-jangan-ada-pemotongan.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/dpr-tegaskan-jangan-ada-pemotongan.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy