Aneh, CEO Telegram Ngaku Tak Pernah Terima Keluhan dari Pemerintah


NUSANEWS, JAKARTA - Pemblokiran aplikasi Telegram oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuat CEO Telegram, Pavel Durov angkat bicara.

Lewat akun Twitternya, Pavel Durov mengaku heran dengan kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo. Pasalnya, Indonesia belum pernah menyampaikan permintaan maupun keluhan kepada Instagram.

“Itu aneh. Kami belum pernah menerima permintaan atau keluhan dari pemerintah Indonesia. Kami akan menyelidikinya dan mengumumkan hasilnya,” kata Durov menjawab pertanyaan pemilik akun @auliafauziahr.

Pemblokiran Telegram ini membuat netizen bereaksi dengan munculnya hastag #tolakblokirtelegram. Tak hanya itu, muncul pula petisi batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel A. Pangerapan membeberkan alasan Kemenkominfo menutup aplikasi Telegram.

Dalam keterangan persnya, Samuel mengatakan kementeriannya tengah mempersiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum.

“Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web,” ujar Samuel dalam keterangan tertulis Kominfo di Jakarta, Jumat 14 Juli

Menurut Samuel, langkah pemblokiran Telegram ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menambahkan pihaknya meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Sebanyak 11 DNS diblokir. Mereka adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Keberadaan aplikasi Telegram sempat menjadi polemik sebelum diblokir. Majalah Tempo Edisi 10-16 Juli 2017, misalnya, memuat aplikasi ini digunakan oleh kelompok ISIS untuk berkomunikasi. Grup Telegram ini kerap digunakan Bachrum Naim untuk berkomunikasi untuk mempublikasikan hasil konsultasi orang-orang soal aktivitas teror secara pribadi. (ps) NUSANEWS.NET

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

loading...
Nama

Bisnis,1670,Daerah,945,Edukasi,66,Ekonomi,1058,Hukum,6631,Inspiratif,24,Investasi,29,Islami,73,IsNews,998,Jabodetabek,5767,Jurnalistik,1121,Keamanan,387,Mancanegara,2262,Mualaf,139,Nasional,1353,News,1769,Olahraga,222,Otomotif,12,Peristiwa,8473,Pilkada,741,Politik,14211,Ramadhan,17,Seleb,1027,Story,23,Suara Publik,288,Tekno,188,Tips,40,TOP,19,Unik,43,Video,877,Wow,26,
ltr
item
NUSANEWS: Aneh, CEO Telegram Ngaku Tak Pernah Terima Keluhan dari Pemerintah
Aneh, CEO Telegram Ngaku Tak Pernah Terima Keluhan dari Pemerintah
Pemblokiran aplikasi Telegram oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuat CEO Telegram, Pavel Durov angkat bicara.
https://3.bp.blogspot.com/-Z3nAODib90U/WWn1BRzEXPI/AAAAAAAABd0/zeSCPpaPiB8f2vd8VY5Z_NYvP6u6De3SACLcBGAs/s640/telegram-700x355.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Z3nAODib90U/WWn1BRzEXPI/AAAAAAAABd0/zeSCPpaPiB8f2vd8VY5Z_NYvP6u6De3SACLcBGAs/s72-c/telegram-700x355.jpg
NUSANEWS
http://www.nusanews.net/2017/07/aneh-ceo-telegram-ngaku-tak-pernah.html
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/
http://www.nusanews.net/2017/07/aneh-ceo-telegram-ngaku-tak-pernah.html
true
5398521020948470106
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy